Initial firing merupakan proses penyalaan perdana mesin gas sebagai bagian dari tahapan commissioning.
Keberhasilan ini menunjukkan seluruh sistem utama pembangkit—mulai dari mekanikal, elektrikal, hingga sistem kontrol dan proteksi—telah terpasang dan berfungsi sesuai standar teknis serta ketentuan keselamatan.
Pada tahapan ini, mesin gas dioperasikan tanpa beban untuk memastikan kestabilan putaran dan keandalan sistem pendukung seperti bahan bakar, pelumasan, pendinginan, serta sistem proteksi. Hasilnya, seluruh parameter operasi berada dalam batas aman dan sesuai spesifikasi.
Manager UPP Nusra 1 Yogi Yohanes Siburian mengatakan keberhasilan initial firing merupakan buah dari kerja terpadu seluruh pihak yang terlibat.
Proyek PLTMG Sumbawa-2 dilaksanakan melalui kolaborasi PLN UIP Nusra dengan konsorsium PT Adhi Karya (Persero) Tbk & Korea Electric Power Corporation (KEPCO), menggunakan mesin Wärtsilä, serta didukung konsultan supervisi Pusmanpro, Pusertif, dan PLN E.
“Pencapaian milestone initial firing PLTMG Sumbawa-2 menjadi tonggak penting bagi keandalan sistem kelistrikan NTB. Seluruh tahapan utama konstruksi dan pengujian awal telah dilaksanakan secara terpadu, aman, dan sesuai standar,” ujar Yogi.
Hal senada disampaikan General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara Rizki Aftarianto. Ia menegaskan keberhasilan ini mencerminkan kesiapan pembangkit untuk melangkah ke fase berikutnya secara terukur.
“Initial firing ini menjadi bukti komitmen PLN dalam memastikan setiap tahapan pembangunan pembangkit berjalan andal, tepat mutu, dan mengedepankan keselamatan. Ini fondasi menuju operasi penuh,” kata Rizki.
PLTMG Sumbawa-2 dirancang sebagai pembangkit berbasis gas yang lebih efisien dan ramah lingkungan, sekaligus menjadi energi transisi untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah timur Indonesia.
Usai initial firing, proyek akan melanjutkan tahapan commissioning lanjutan, termasuk sinkronisasi dengan sistem dan pengujian pembebanan, sebelum resmi beroperasi secara komersial.
PLN optimistis, kehadiran PLTMG Sumbawa-2 berkapasitas 30 MW akan memberi kontribusi signifikan bagi pasokan listrik di NTB, khususnya Pulau Sumbawa, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat.
Editor : Marthadi