LombokPost - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) NTB mencatat, tingkat pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) untuk musim haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah mencapai 97,49 persen.
“Kita memang belum mencapai 100 persen,” terang Kepala Kanwil Kemenhaj NTB Lalu Muhammad Amin, Selasa (13/1).
Adapun rincian kuota jemaah haji Provinsi NTB tahun 2026, terdiri atas 5.463 jemaah reguler, 290 jemaah prioritas lansia, 14 pembimbing KBIHU, serta 31 Petugas Haji Daerah (PHD). Dengan demikian, total kuota jemaah haji NTB tahun 2026 mencapai 5.798 orang.
Namun, dari total 5.753 jemaah yang berhak melunasi, sebanyak 5.612 jemaah telah menyelesaikan pembayaran. Sehingga masih terdapat sisa sebanyak 141 jemaah yang belum melakukan pelunasan hingga batas waktu yang ditentukan.
Sebagai informasi, Pelunasan Haji Tahap 1 untuk tahun 2026 sudah berlangsung dari 24 November - 23 Desember 2025. Di periode ini, 354 orang tercatat belum melakukan pelunasan.
Kemudian, Kemenhaj membuka lagi pelunasan ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, dari tanggal 2 hingga 9 Januari 2026. Di periode ini, tersisa 141 orang belum melakukan pelunasan. “Dari data kami yang tersisa tinggal 141 orang lagi,” ujarnya.
Amin mengungkapkan adapun mereka yang belum melakukan pelunasan, sebagian besar disebabkan oleh keputusan pribadi. “Baik untuk menunda keberangkatan maupun membatalkan rencana berhaji,” kata dia.
Meski demikian, secara umum proses pelunasan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Selain itu, Kanwil Kemenhaj NTB juga mencatat adanya dana jemaah dari hasil penggabungan mahram dan pendampingan yang telah masuk.
Namun, dana tersebut belum seluruhnya dirilis secara resmi dalam sistem pelaporan. “Sudah banyak dana jemaah yang tertampung dari penggabungan dan pendampingan, hanya saja belum semuanya dirilis,” jelasnya.
Pihaknya berharap pemerintah pusat dapat membuka kembali perpanjangan masa pelunasan bagi jemaah yang masih terblokir atau membutuhkan waktu tambahan.
“Mudah-mudahan ada perpanjangan waktu pelunasan. Insya Allah capaian kita bisa lebih dari 100 persen sesuai data yang masuk kalau ada kebijakan ini,” pungkas Amin.
Editor : Redaksi Lombok Post