Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PERKUAT EKONOMI SANTRI! OJK NTB Sasar Pondok Pesantren, Sosialisasikan Program EPIKS dan Waspada Pinjol Ilegal di Langko

Nurul Hidayati • Jumat, 13 Maret 2026 | 17:50 WIB

OJK Provinsi NTB Bersama FWE NTB menggelar edukasi tentang industri jasa keuangan di Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Nurul Hikmah Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (12/3).
OJK Provinsi NTB Bersama FWE NTB menggelar edukasi tentang industri jasa keuangan di Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Nurul Hikmah Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (12/3).

LombokPost - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperluas jangkauan literasi keuangan hingga ke akar rumput.

Menggandeng Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (FWE) NTB, OJK menggelar edukasi industri jasa keuangan di Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Nurul Hikmah Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Kamis (12/3).

Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi biasa, melainkan upaya strategis untuk menjadikan pesantren sebagai motor penggerak ekonomi syariah yang inklusif di Bumi Gora.

Pesantren Jadi Pusat Ekonomi Strategis

Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo, menekankan bahwa pesantren memiliki potensi ekonomi yang besar namun seringkali belum tergarap maksimal dalam hal pengelolaan keuangan formal. Melalui program Ekosistem Pondok Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS), OJK ingin pesantren menjadi pusat impuls keuangan sehari-hari bagi masyarakat sekitar.

“Kolaborasi dengan pondok pesantren menjadi salah satu upaya kami dalam memperluas ekosistem literasi dan inklusi keuangan. Pesantren tidak hanya pusat pendidikan agama, tapi juga pendukung pengembangan ekonomi masyarakat,” ujar Rudi.

Bekali Santri Peluang Bisnis dan Waspada Investasi Bodong

Dalam kegiatan tersebut, para santri tidak hanya diberikan materi teori, tetapi juga pengenalan praktik langsung mengenai produk perbankan dan layanan keuangan digital.

OJK mendorong para santri untuk melek peluang usaha, seperti menjadi agen layanan keuangan atau agen perdagangan sebagai sumber pendapatan tambahan.

Namun, di sisi lain, Rudi mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman yang tengah marak.

“Kami ingin para remaja memahami penggunaan layanan keuangan digital dengan bijak sehingga tidak tertipu investasi bodong ataupun pinjaman online (pinjol) ilegal yang merugikan,” tegasnya.

Sambut Positif Kemandirian Ekonomi

Pimpinan Ponpes Nurul Hikmah Langko, TGH Azhar Rasyidi, menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, perputaran dana di lingkungan pesantren cukup besar setiap harinya, sehingga pendampingan dari OJK sangat dibutuhkan untuk pengelolaan yang lebih profesional.

"Program ini sangat baik. Kami berharap edukasi ini mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan santri. Jadi, selain kuat dalam ilmu agama, mereka juga memiliki kemampuan finansial yang baik," ungkap TGH Azhar.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan penyaluran paket berbuka puasa ini diharapkan menjadi awal dari pendampingan berkelanjutan, agar pesantren di NTB mampu mencetak generasi yang mandiri secara ekonomi dan mampu berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah.

Editor : Kimda Farida
#literasi #Langko #keuangan syariah #Ekonomi #OJK #NTB #Investasi Bodong