Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pilihan Sekda NTB sebagai Penguatan Sistem Reformasi Birokrasi

R
Penulis: Redaksi❯
Associate Professor Dr. Iwan Harsono, SE., M.Ec Dosen Pascasarjana Universitas Mataram
Associate Professor Dr. Iwan Harsono, SE., M.Ec Dosen Pascasarjana Universitas Mataram

Advertisement

LombokPost - Pelantikan Abul Chair oleh Lalu Muhamad Iqbal pada 9 April 2026, menurut saya, perlu dibaca lebih dalam dari sekadar pergantian pejabat.

Ini adalah keputusan yang membawa pesan kuat: bahwa tata kelola pemerintahan NTB sedang diarahkan memasuki fase baru—fase di mana birokrasi tidak lagi sekadar bekerja, tetapi bekerja dengan sistem, ukuran kinerja yang jelas, dan orientasi hasil yang terukur.

Keputusan ini tidak muncul dalam ruang hampa. Ia lahir dari proses panjang—proses membaca realitas, menilai kinerja, dan pada titik tertentu, mengakui bahwa ada hal-hal yang memang perlu dibenahi secara serius.

Kita tidak bisa menutup mata bahwa dalam banyak kasus di daerah, problem utama bukan pada kurangnya program, tetapi pada lemahnya keterhubungan antara perencanaan, penganggaran, dan implementasi.

Program ada, anggaran tersedia, tetapi dampaknya tidak selalu terasa optimal.
Di titik inilah saya melihat keseriusan bahkan ketulusan dari gubernur dalam menata birokrasi.

Advertisement

Keputusan yang diambil tidak tampak sebagai langkah reaktif, melainkan hasil dari pertimbangan yang matang.

Ada argumentasi yang kuat, ada keberanian untuk memilih berdasarkan kebutuhan sistem, bukan sekadar pertimbangan jangka pendek.

Dalam praktik kebijakan publik, kualitas seperti ini tidak selalu mudah ditemukan.
Sebagai seorang teknokrat dengan pengalaman panjang di birokrasi, Lalu Muhamad Iqbal memahami satu hal mendasar: pembangunan tidak bisa ditopang oleh kerja-kerja simbolik.

Ia membutuhkan sistem yang bekerja secara konsisten. Ia membutuhkan birokrasi yang mampu menghubungkan visi dengan eksekusi.

Bahkan jika itu berarti mengambil keputusan yang tidak selalu populer, pilihan untuk tetap berpegang pada pembangunan sistem menunjukkan arah kepemimpinan yang jelas.

Advertisement
Editor : Redaksi
Sumber : Lombok Post Online
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ketua KONI KSB Buka Suara Soal Pengelolaan Anggaran Rp10,6 Miliar, Tegaskan Siap Jalani Pemeriksaan

Ketua KONI KSB Buka Suara Soal Pengelolaan Anggaran Rp10,6 Miliar, Tegaskan Siap Jalani Pemeriksaan

Ketua KONI KSB Andi Laweng, S.H. memberikan penjelasan soal pengelolaan anggaran Rp10,6 Miliar, ia juga menegaskan siap jalani pemeriksaan.

DPRD dan Pemkab Dompu Sepakati KUA-PPAS 2027, Anggaran Diarahkan untuk Kesejahteraan Warga

DPRD dan Pemkab Dompu Sepakati KUA-PPAS 2027, Anggaran Diarahkan untuk Kesejahteraan Warga

Pemkab Dompu bersama DPRD menyepakati Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027. Kesepakatan ter

NTB Hadapi Beban Anggaran PON 2028, KONI Pusat Sebut Satu Provinsi Butuh Rp 1 Triliun

NTB Hadapi Beban Anggaran PON 2028, KONI Pusat Sebut Satu Provinsi Butuh Rp 1 Triliun

Biaya PON 2028 diperkirakan Rp 1 triliun per provinsi, cabor di NTB berpotensi dikurangi demi efisiensi anggaran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer