Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diplomasi Anak Muda Dimulai dari Ruang Diskusi Dunia

K
Penulis: Kimda Farida❯
Azra Aqila Yusni
Azra Aqila Yusni

Advertisement

 

Azra Aqila Yusni

(SMA Trensains Tebuireng Jombang Jawa Timur)

Advertisement

Peraih Most Outstanding AWMUN Korea Selatan 2026

LombokPost--Dunia hari ini bergerak sangat cepat. Konflik antarnegara, krisis kemanusiaan, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan menjadi isu yang tidak lagi hanya dibahas oleh para pemimpin negara. Anak muda pun kini memiliki ruang untuk ikut bersuara, berdiskusi, bahkan menawarkan solusi.

Pengalaman itulah yang saya rasakan ketika mengikuti Asia World Model United Nations (AWMUN) di Korea Selatan pada 16–20 April 2026. Forum internasional tersebut mempertemukan ratusan delegasi muda dari berbagai negara dengan latar belakang budaya, bahasa, dan cara pandang yang berbeda. Namun di tengah segala perbedaan itu, kami dipersatukan oleh satu hal yang sama: keinginan untuk membuat dunia menjadi lebih baik.

Advertisement

Sebagai delegasi dari SMA Trensains Tebuireng dan putra daerah Mataram, saya menyadari bahwa forum seperti ini bukan sekadar ajang bergengsi atau pengalaman luar negeri semata. Lebih dari itu, AWMUN mengajarkan bagaimana pentingnya kemampuan mendengar, menghargai perbedaan, serta menyampaikan gagasan dengan argumentasi yang kuat dan elegan.

Dalam simulasi sidang internasional, setiap delegasi dituntut berpikir kritis sekaligus mampu mencari titik temu. Tidak cukup hanya berbicara lantang. Seorang delegasi juga harus mampu memahami kepentingan pihak lain. Dari sinilah saya belajar bahwa diplomasi sejatinya bukan tentang siapa yang paling keras bersuara, tetapi siapa yang mampu membangun solusi bersama.

Pengalaman berdiskusi dengan peserta dari berbagai negara juga membuka pandangan saya bahwa anak muda Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar. Kita tidak kalah cerdas, tidak kalah kreatif, dan tidak kalah berani. Hanya saja, terkadang banyak anak muda yang masih ragu untuk tampil di level internasional karena merasa kurang percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki.

Padahal, dunia internasional justru membutuhkan perspektif dari generasi muda Indonesia. Negara kita kaya akan budaya, nilai toleransi, dan semangat gotong royong yang dapat menjadi contoh positif di tengah dunia yang semakin terpolarisasi.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

91 Persen Pelajar Indonesia Khawatir AI Bikin Tugas Cepat Selesai, tapi Materi Tak Dipahami

91 Persen Pelajar Indonesia Khawatir AI Bikin Tugas Cepat Selesai, tapi Materi Tak Dipahami

Survei HP Futures 2026 menemukan 91 persen pelajar Indonesia khawatir AI mempercepat penyelesaian tugas tanpa memperdalam pemahaman materi.

Jelang 20 Tahun Debut, SNSD Hadir Lagi dengan Formasi Lengkap

Jelang 20 Tahun Debut, SNSD Hadir Lagi dengan Formasi Lengkap

Girls’ Generation kembali dengan formasi lengkap, melalui proyek Season’s Greetings 2027, memicu antusiasme penggemar jelang 20 tahun debut.

Seoul Investigasi Pengiriman BBM ke Rusia

Seoul Investigasi Pengiriman BBM ke Rusia

Korsel menyelidiki dugaan pengiriman 176 ribu ton BBM ke Rusia, termasuk melalui kapal tanker yang terkena sanksi Inggris dan Uni Eropa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer