Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendidikan, Pasar Kerja, dan Mayoritas yang Terlupakan

R
Penulis: Redaksi❯
OPINI
OPINI

Advertisement

LombokPost - Indonesia sedang membangun institusi pendidikan baru untuk mencetak pemimpin masa depan, tetapi pada saat yang sama mayoritas pekerjanya masih berada dalam sektor informal dengan produktivitas yang relatif rendah.

Di sinilah pertanyaan terbesar pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia muncul: apakah pendidikan kita sudah benar-benar menjawab kebutuhan mayoritas rakyat?

Pertanyaan tersebut menjadi semakin penting ketika negara terus mendorong investasi besar dalam bidang pendidikan, termasuk melalui gagasan pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI).

Kehadiran URI tentu membawa harapan baru dalam memperkuat kualitas kepemimpinan nasional, riset, dan kapasitas manusia Indonesia.

Namun, pembangunan SDM tidak hanya berbicara mengenai bagaimana melahirkan pemimpin dan aparatur berkualitas, tetapi juga bagaimana memastikan jutaan masyarakat yang bekerja sebagai petani, nelayan, pelaku UMKM, pekerja mandiri, buruh, serta pekerja sektor informal lainnya memperoleh kesempatan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya.

Advertisement

Karena ukuran keberhasilan pembangunan manusia tidak hanya terletak pada berapa banyak institusi pendidikan yang dibangun, tetapi juga sejauh mana pendidikan mampu menjawab persoalan nyata masyarakat dan menciptakan transformasi ekonomi yang inklusif.

Pendidikan dan Masa Depan Pembangunan SDM

Gagasan pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) menghadirkan diskusi penting mengenai arah pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Wacana mengenai URI mulai mendapatkan perhatian publik setelah pemerintah memperkenalkan institusi tersebut sebagai bagian dari agenda penguatan kualitas kepemimpinan nasional.

Pada 22 Juli 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia, yaitu Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur URI dan Prof. Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI.

Pelantikan tersebut menjadi penanda dimulainya pengembangan URI sebagai lembaga pendidikan strategis yang diarahkan untuk membangun kapasitas kepemimpinan nasional. (Sumber: Sekretariat Presiden RI, 22 Juli 2026; ANTARA News, 22 Juli 2026).

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pegadaian Fasilitasi 100 UMKM NTB Urus Legalitas Usaha

Pegadaian Fasilitasi 100 UMKM NTB Urus Legalitas Usaha

PT Pegadaian (Persero) Area Ampenan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM NTB menyelenggarakan kegiatan Pegadaian Peduli Gathering UMK

ITDC: 769 UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Raup Omzet Rp 2,94 Miliar

ITDC: 769 UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Raup Omzet Rp 2,94 Miliar

Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 memberikan dampak ekonomi signifikan bagi pelaku usaha lokal di kawasan Mandalika.

Tinjau Pasar Pemenang, Dubes Australia Apresiasi Penguatan Ekonomi dan Mitigasi Bencana Lombok Utara

Tinjau Pasar Pemenang, Dubes Australia Apresiasi Penguatan Ekonomi dan Mitigasi Bencana Lombok Utara

Penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi bagian penting dalam membangun daerah yang l

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer