Budaya Defensive Driving dan Fitur Smart e-Mirror Jadi Kunci Keselamatan Berkendara

LombokPost – Keselamatan di jalan raya tidak hanya bergantung pada kemahiran teknis mengemudi, melainkan juga kedisiplinan dalam menerapkan budaya defensive driving.
Di tengah dinamika lalu lintas yang tinggi, pengendara dituntut untuk bersikap proaktif dan antisipatif guna meminimalkan risiko kecelakaan, terutama saat volume kendaraan meningkat pada periode libur panjang.
Defensive driving sendiri merupakan pendekatan berkendara yang menekankan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar kendaraan, sehingga pengemudi dapat mengambil keputusan secara tepat sebelum risiko tersebut terjadi.
Baca Juga: Incar Pasar Gen Z, Suzuki S-Presso Tawarkan Solusi Mobil Pertama yang Hemat dan Serba Digital
"Potensi risiko perjalanan selalu ada. Agar semua pengguna jalan bisa meminimalisir potensi tersebut bersama-sama, akan lebih baik jika kita menerapkan defensive driving," Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).
Panduan Praktis Menerapkan Defensive Driving
Untuk mewujudkan perjalanan yang aman, PT SIS merangkum enam langkah mendasar bagi para pengendara.
Persiapan Kendaraan: Periksa kondisi ban, rem, lampu, wiper, dan cairan mesin sebelum melakukan perjalanan.
Jaga Jarak Aman: Berikan ruang yang cukup dengan kendaraan di depan untuk mendapatkan waktu reaksi yang ideal.
Disiplin Lajur: Gunakan lajur dengan benar, hindari berpindah lajur secara mendadak, dan selalu gunakan lampu sein.
Baca Juga: Suzuki Dzire, Elegan Idaman Kaum Urban
Pantau Situasi: Periksa kaca spion secara berkala untuk membaca pergerakan kendaraan lain di area belakang.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




