Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dikbud NTB Tegaskan Hak Pendidikan ABK dan Antisipasi Bullying di SLB

A
Penulis: Ali Rojai❯
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menegaskan pentingnya pemenuhan hak pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sebagai bagian dari hak dasar anak.


Advertisement

Pemenuhan hak pendidikan ABK ini ditegaskan melalui kegiatan Sosialisasi Hak Anak dalam Pendidikan Sesuai Tumbuh Kembangnya yang digelar di SLBN 3 Mataram, Kamis (27/11).

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus (PK) Dikbud NTB Hj Eva Sofia Sari menekankan, ABK harus mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan tumbuh kembang mereka.

“Anak disabilitas atau ABK harus mendapatkan hak pendidikan sesuai tumbuh kembangnya. Ini adalah hak dasar yang wajib dipenuhi,” tegas Eva.

Advertisement

Menurutnya, pemenuhan hak pendidikan ABK bukan hanya tanggung jawab orang tua atau sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak termasuk pemerintah, lembaga perlindungan anak, dan masyarakat.

Eva juga memberikan perhatian khusus terhadap maraknya kasus perundungan di satuan pendidikan. Eva mengingatkan bahwa bullying yang terjadi di sekolah reguler berpotensi muncul di SLB jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Bullying sekarang menjadi tren di satuan pendidikan, bahkan di perguruan tinggi pun ada. Ini harus menjadi atensi semua pihak,” ujar Eva.

Advertisement

Sebagai upaya pencegahan, Eva menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan kenyamanan peserta didik, termasuk ABK. Di era digital, Diskominfotik berperan membatasi penyiaran konten negatif yang dapat berdampak pada psikologis anak. Selain itu, KPAI juga diharapkan terlibat dalam perlindungan anak-anak yang menghadapi persoalan hukum.

Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya hak pendidikan ABK, Eva mengajak seluruh pihak untuk bekerja bersama menjaga lingkungan pembelajaran yang aman, inklusif, dan bebas bullying, terutama di SLB.

Para murid salah satu SLB di Kota Mataram saat membaca huruf braille, belum lama ini. Dikbud NTB tegaskan hak pendidikan ABK dan antisipasi bullying di SLB.
Para murid salah satu SLB di Kota Mataram saat membaca huruf braille, belum lama ini. Dikbud NTB tegaskan hak pendidikan ABK dan antisipasi bullying di SLB.

“Dengan penguatan pemenuhan hak pendidikan ABK dan pencegahan bullying, kami berharap layanan pendidikan khusus di NTB semakin berkualitas dan berpihak pada tumbuh kembang anak,” pungkasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Wakil Bupati Lotim Ingatkan Sekolah Ramah Anak Jangan Hanya Slogan

Wakil Bupati Lotim Ingatkan Sekolah Ramah Anak Jangan Hanya Slogan

Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) Moh Edwin Hadiwijaya mengingatkan agar program sekolah ramah anak tidak berhenti sebatas slogan semata

Cegah Perundungan di Sekolah, Polsek Kediri Edukasi Siswa MTsN 2 Lombok Barat

Cegah Perundungan di Sekolah, Polsek Kediri Edukasi Siswa MTsN 2 Lombok Barat

Jajaran Polsek Kediri menyambangi MTs Negeri 2 Lombok Barat untuk gelar kegiatan sosialisasi pencegahan aksi perundungan (anti-bullying).

Bupati Lombok Timur: Ponpes Harus Bersih dari Kekerasan

Bupati Lombok Timur: Ponpes Harus Bersih dari Kekerasan

Bupati Lombok Timur (Lotim) Haerul Warisin menegaskan pondok pesantren (Ponpes) harus bersih dari kekerasan seksual maupun kekerasan fisik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer