Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek Sekolah di Mataram Molor, Disdik Ultimatum Kontraktor

A
Penulis: Ali Rojai❯
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost- Sejumlah proyek pembangunan sekolah di Kota Mataram terancam tidak tuntas tepat waktu. Hingga pekan ketiga Desember 2025, progres pembangunan gedung sekolah pada proyek strategis pendidikan Pemkot Mataram masih jauh dari rampung, padahal batas akhir kontrak jatuh pada 25 Desember 2025.


Advertisement

Dua proyek yang menjadi sorotan yakni pembangunan SMPN 17 Mataram dan SDN 44 Cakranegara.

Di kedua lokasi tersebut, progres fisik dinilai belum memadai untuk diselesaikan dalam sisa waktu yang tinggal hitungan hari. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada semester genap mendatang.

Jika gedung sekolah belum dapat difungsikan sesuai jadwal, pihak sekolah terpaksa melakukan penyesuaian ruang belajar. Situasi ini berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi guru dan siswa, mulai dari pembagian kelas yang tidak ideal hingga penerapan sistem belajar dobel sif.

Advertisement

“Bisa-bisa siswa masuk dobel sif nantinya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf, Senin (22/12).

Yusuf mengaku telah melayangkan ultimatum kepada kontraktor agar segera melakukan langkah darurat untuk mengejar ketertinggalan progres.

“Kami sudah meminta kontraktor untuk melakukan percepatan. Pilihannya hanya dua, menambah jumlah pekerja atau menerapkan sistem kerja lembur hingga malam hari,” tegas Yusuf.

Advertisement

Selain percepatan, Yusuf juga meminta konsultan pengawas melakukan pemantauan setiap hari di lapangan. Ia menegaskan, meskipun dikejar waktu, kualitas bangunan sekolah tidak boleh dikorbankan.

“Kami tidak ingin bangunan selesai tapi kualitasnya bermasalah. Pengawasan harus ketat setiap hari,” ujar Yusuf.

Yusuf mengingatkan, konsekuensi hukum dan finansial menanti kontraktor yang gagal menyelesaikan proyek sesuai kontrak. Denda keterlambatan akan diberlakukan jika pekerjaan melewati batas waktu yang telah ditentukan.

Pengerjaan rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru di SMPN 17 Mataram terancam molor. Proyek sekolah di Mataram terancam molor, Disdik ultimatum kontraktor.
Pengerjaan rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru di SMPN 17 Mataram terancam molor. Proyek sekolah di Mataram terancam molor, Disdik ultimatum kontraktor.

Dengan waktu tersisa hanya dua hari, Yusuf berharap kontraktor benar-benar memaksimalkan pekerjaan agar deviasi proyek dapat ditekan dan pembangunan infrastruktur pendidikan selesai tepat waktu demi kelancaran KBM semester genap.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Empat Kelas Baru Berdiri di SDN 4 Wakan  Dibangun Classroom of Hope-Happy Heart

Empat Kelas Baru Berdiri di SDN 4 Wakan Dibangun Classroom of Hope-Happy Heart

Classroom of Hope Australia bersama The Phillips Foundation meresmikan empat ruang kelas baru SDN 4 Wakan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur

Pembangunan RKB SMPN 17 Mataram Capai 60 Persen, Tambah Daya Tampung Siswa

Pembangunan RKB SMPN 17 Mataram Capai 60 Persen, Tambah Daya Tampung Siswa

Pembangunan RKB SMPN 17 Mataram capai 60 persen dan ditarget rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Dinas PUPRPKP NTB Dominasi Temuan BPK, Tunggakan Capai Rp 5 Miliar

Dinas PUPRPKP NTB Dominasi Temuan BPK, Tunggakan Capai Rp 5 Miliar

Dinas PUPRPKP NTB menjadi OPD dengan temuan BPK terbanyak, dengan tunggakan kontraktor yang belum lunas mencapai Rp 5 miliar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer