Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Pesta Ala Kelab Malam di SMKN 1 Lingsar, Cederai Marwah Pendidikan

A
Penulis: Ali Rojai❯
Siswa SMKN 1 Lingsar berjoget layaknya di kelab malam saat acara pembuatan video momen terakhir sekolah, Sabtu malam (24/1). Viral pesta ala kelab malam di SMKN 1 Lingsar, cederai marwah pendidikan
Siswa SMKN 1 Lingsar berjoget layaknya di kelab malam saat acara pembuatan video momen terakhir sekolah, Sabtu malam (24/1). Viral pesta ala kelab malam di SMKN 1 Lingsar, cederai marwah pendidikan

LombokPost - Jagat maya dihebohkan video viral joget siswa SMKN 1 Lingsar. Dalam rekaman tersebut, tampak siswa berseragam berjoget layaknya di kelab malam saat pembuatan video momen terakhir sekolah, Sabtu malam (24/1). Aksi ini memantik kritik publik karena dinilai mencoreng marwah pendidikan karakter.


Advertisement

Suasana yang terekam terlihat lebih mirip pesta kelab malam ketimbang kegiatan sekolah. Para siswa menari di tengah alunan musik, memunculkan pertanyaan soal pengawasan dan kebijakan sekolah dalam memfasilitasi kegiatan siswa kelas XII.

Fenomena ini menuai sorotan keras Kepala Cabang Dinas (KCD) Disdikpora NTB Saiful Akhyar. Ia menilai adanya kelemahan implementasi pendidikan karakter dalam kasus tersebut.

“Paling tidak, perlu ada pengereman. Saya tidak ingin pendidikan dibuat main-main, miris melihatnya,” ungkap Saiful.

Advertisement

Kebijakan kegiatan sekolah hingga pukul 22.00 WITA dikeluarkan Plt Kepala SMKN 1 Lingsar Sujisman Hadi untuk memfasilitasi pembuatan video momen terakhir siswa kelas XII. Namun, kebijakan itu dinilai sangat berisiko terhadap keselamatan siswa.

Saiful menegaskan, kegiatan sekolah hingga malam hari melanggar batas wajar jam sekolah yang seharusnya mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban.

“Seharusnya sebelum Magrib semua kegiatan sudah bubar. Ada risiko keamanan dan anak-anak punya kewajiban sosial di lingkungan rumah mereka,” tegas Saiful.

Advertisement

Ia juga menyayangkan kebijakan sekolah yang terkesan "main solo" tanpa koordinasi dengan dinas terkait. Terlebih, saat ini SMKN 1 Lingsar dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah.

Kondisi jalanan wilayah pinggiran yang minim penerangan menambah daftar panjang risiko jika jam sekolah dilanggar secara ekstrem. Saiful memastikan segera melakukan klarifikasi dan identifikasi ke SMKN 1 Lingsar.

“Pengawasan ketat terhadap jam sekolah akan kembali ditegaskan guna mencegah terulangnya insiden lost control serupa. Setiap sekolah harus mengutamakan keselamatan siswa sebagai bagian utama dari integritas pendidikan karakter di NTB,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora NTB Arifin menegaskan tidak ada program pendidikan seperti yang terekam dalam video viral tersebut.

“Kami tidak ada program seperti ini,” kesal Arifin.

Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi seluruh sekolah di NTB agar lebih berhati-hati mengeluarkan kebijakan kegiatan siswa, terutama yang melibatkan aktivitas hingga malam hari.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemprov NTB dan Australia Tingkatkan Kerja Sama di Sektor Pendidikan hingga Pariwisata

Pemprov NTB dan Australia Tingkatkan Kerja Sama di Sektor Pendidikan hingga Pariwisata

Dubes Australia kunjungi NTB, bahas penguatan kerja sama pendidikan, pariwisata, dan peluang penerbangan langsung Lombok-Australia.

Pelepasan 114 Siswa ke Sekolah Rakyat, Tegaskan Pendidikan Jalan Putus Rantai Kemiskinan

Pelepasan 114 Siswa ke Sekolah Rakyat, Tegaskan Pendidikan Jalan Putus Rantai Kemiskinan

Sekolah Rakyat didirikan sebagai upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini ditujukan untuk anak-anak

Menjemput Asa di Balik Tembok LPKA Lombok Tengah, Saat Kesempatan Kedua Dimulai dari Ruang Kelas

Menjemput Asa di Balik Tembok LPKA Lombok Tengah, Saat Kesempatan Kedua Dimulai dari Ruang Kelas

Lewat bimbingan pengajar dan dukungan lembaga, mereka ditempa untuk meraih kesempatan kedua demi menyongsong masa depan yang lebih baik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer