Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menu Bermasalah, Disdik Mataram Ancam Cabut Izin Penyedia MBG

A
Penulis: Ali Rojai❯

Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf


Advertisement

LombokPost- Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini berada dalam pengawasan ketat menyusul temuan sejumlah menu tidak layak.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf memberikan peringatan keras bahwa izin Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) penyedia jasa bisa tidak diperpanjang jika terus bermasalah.

Langkah tegas ini diambil sebagai bagian evaluasi internal yang dilakukan sekolah terhadap program MBG. Kepala sekolah diminta lebih adaptif dan proaktif memantau kualitas makanan yang diterima siswa di satuan pendidikan.

Advertisement

"Kami berharap semua kepala sekolah untuk adaptif terhadap makanan yang diberikan. Kepala sekolah harus memerintahkan guru untuk membuka dan mengambil sampel makanan sebelum dibagikan," tegas Yusuf.

Jika ditemukan masalah pada menu MBG, pihak sekolah diminta segera melapor ke Disdik Kota Mataram. Laporan itu akan diteruskan kepada Ombudsman sebagai pengawas eksternal.

Terkait sanksi, kata Yusuf, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) memiliki kewenangan penuh menentukan SLHS bagi para penyedia. Jika hasil evaluasi menunjukkan kinerja buruk, dapat direkomendasikan untuk tidak memperpanjang izin tersebut.

Advertisement

"Yang berhak tidak memperpanjang SLHS adalah Dinas Kesehatan," jelas Yusuf.

Meski demikian, kewenangan menutup operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN). Dinas Pendidikan hanya memberikan rekomendasi dan saran berdasarkan temuan di lapangan.

Penutupan dapur MBG menjadi pilihan dilematis. Jika dapur ditutup, pasokan makanan untuk anak-anak dikhawatirkan terhenti karena belum ada mekanisme pergantian penyedia secara instan.

"Kalau dapur sudah ditutup, ya nanti anak-anak tidak akan dapat makanan. Ini yang perlu dipikirkan secara matang, siapa yang akan menanggulangi sementara pasokan berhenti," pungkas Yusuf.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dana Dapur MBG Tak Cair, BGN Sebut Masalah Laporan Keuangan dan Data Penerima

Dana Dapur MBG Tak Cair, BGN Sebut Masalah Laporan Keuangan dan Data Penerima

BGN menjelaskan penyebab dana operasional dapur MBG tidak cair, mulai dari laporan keuangan harian hingga ketidaksesuaian data penerima.

Pendidikan Gizi Diusulkan Masuk Kurikulum, BGN Ingin Siswa Pahami Kebutuhan Nutrisi

Pendidikan Gizi Diusulkan Masuk Kurikulum, BGN Ingin Siswa Pahami Kebutuhan Nutrisi

BGN mengusulkan pendidikan gizi masuk kurikulum sekolah agar siswa memahami kebutuhan nutrisi, bukan sekadar menerima program MBG.

Belum Kembalikan Dana Temuan BPK sebesar Rp 18,19 Miliar, 91 SPPG Dihentikan Operasionalnya

Belum Kembalikan Dana Temuan BPK sebesar Rp 18,19 Miliar, 91 SPPG Dihentikan Operasionalnya

BGN menghentikan operasional 91 SPPG karena belum mengembalikan dana temuan BPK senilai Rp 18,19 miliar ke kas negara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer