Remaja Batukumbung Dilatih Jadi Agen Perubahan Cegah Kanker Paru dan PTM

Salah satunya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelatihan Tutor Sebaya sebagai Agen Perubahan Gaya Hidup Sehat untuk Pencegahan Kanker Paru-Paru dan Penyakit Tidak Menular pada Remaja” yang dilaksanakan di Desa Batukumbung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 23 Mei 2026 tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Poltekkes Kemenkes Mataram.
Baca Juga: Sentuhan Kasih Ibu di Balik Kilau Gaun Merah
Kegiatan dipimpin oleh Sitti Rusdianah Jafar, SKM., M.Kes, dengan anggota tim drg. Gusti Ayu Sripujawari W., M.Kes dan Dewi Purnamawati, M.Kep.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Batukumbung, H. Wirya Adi Saputra, serta kader remaja di lingkungan Desa Batukumbung sebagai sasaran utama kegiatan.
Pelatihan ini dilatarbelakangi pentingnya membangun kesadaran kesehatan sejak usia remaja. Remaja dinilai memiliki posisi strategis dalam menyebarluaskan informasi kesehatan kepada teman sebaya, keluarga, maupun lingkungan sekitarnya.
Melalui pendekatan tutor sebaya, remaja tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga dipersiapkan menjadi agen perubahan (change agent) yang mampu memberikan edukasi dan mengajak teman-temannya menerapkan gaya hidup sehat.
Baca Juga: Komunitas Bawah Pohon Pustaka, Cara Anak Muda Menghidupkan Literasi,
Ketua tim pengabdian, Sitti Rusdianah Jafar, SKM., M.Kes, menjelaskan bahwa remaja merupakan kelompok yang sangat potensial untuk menjadi penggerak perubahan perilaku kesehatan di masyarakat.
“Remaja memiliki kemampuan untuk memengaruhi teman sebayanya. Karena itu, mereka perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang benar agar dapat menjadi tutor sebaya dan menyampaikan pesan kesehatan dengan cara yang mudah diterima oleh teman-temannya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan pengetahuan mengenai kanker paru-paru, penyakit tidak menular, faktor risiko, serta pentingnya menerapkan gaya hidup sehat. Edukasi juga diarahkan pada upaya pencegahan perilaku merokok dan penguatan kampanye anti rokok di kalangan remaja.

Menurut tim pengabdian, pencegahan kanker paru dan PTM tidak cukup hanya dilakukan melalui pengobatan ketika seseorang sudah mengalami penyakit. Pencegahan perlu dimulai sejak dini melalui perubahan perilaku, termasuk menghindari rokok, menjaga pola hidup sehat, serta meningkatkan kesadaran terhadap berbagai faktor risiko penyakit.
Kepala Desa Batukumbung, H. Wirya Adi Saputra, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pembekalan pengetahuan kesehatan kepada remaja merupakan langkah penting karena generasi muda memiliki peran besar dalam menentukan kondisi kesehatan masyarakat di masa mendatang.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




