
LombokPost- Keterbatasan jumlah tenaga pendidik tak membuat SDN 13 Mataram berhenti berinovasi. Untuk memastikan seluruh siswa tetap mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya, sekolah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan metode tutor sebaya.
Strategi itu menjadi bagian dari inovasi pembelajaran SDN 13 Mataram. Setiap siswa dipandang memiliki karakteristik, kemampuan awal, dan kecepatan belajar yang berbeda.
Ada siswa yang mampu menangkap materi dengan cepat. Namun, ada pula yang membutuhkan waktu lebih panjang dan pendampingan lebih intensif.
Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Apalagi, sekolah negeri umumnya mengandalkan satu guru kelas tanpa asisten pendamping.
Karena itu, guru di SDN 13 Mataram dituntut mampu mengatur strategi agar seluruh siswa tetap terfasilitasi.
Salah satunya dengan menyesuaikan materi dan bentuk pembelajaran berdasarkan kemampuan awal masing-masing anak.
Kepala SDN 13 Mataram Baiq Nurul Hidayani mengatakan, pembelajaran berdiferensiasi diterapkan dengan memberikan perlakuan belajar sesuai kemampuan siswa.
Siswa dengan kemampuan lebih tinggi diberikan tantangan tambahan, berupa soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi maupun jumlah soal yang lebih banyak.
Sementara itu, guru dapat memusatkan waktu dan energi untuk memberikan bimbingan kepada siswa dengan kemampuan sedang maupun yang masih membutuhkan pendampingan lebih.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




