
LombokPost- SMPN 12 Mataram menggelar workshop evaluasi dan revisi kurikulum serta optimalisasi penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah, Selasa (3/11), dibuka Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf.
Yusuf mengatakan, evaluasi kurikulum penting untuk memastikan seluruh perangkat pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan pendidikan. Setidaknya terdapat empat aspek utama yang menjadi perhatian, yakni latar belakang, kajian hukum pemberlakuan kurikulum, standardisasi, serta lampiran dokumen kurikulum.
Pada bagian lampiran, penyempurnaan dilakukan terhadap sejumlah perangkat penting, termasuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan berita acara kesiapan penggunaan kurikulum. Dokumen itu disepakati bersama oleh kepala sekolah dan komite sekolah.
Menurut Yusuf, RPP merupakan ruh utama dalam keseluruhan proses pendidikan. Karena itu, setiap kegiatan belajar mengajar harus memiliki catatan dan dokumentasi sebagai bahan evaluasi, baik dari proses pembelajaran guru maupun hasil supervisi kepala sekolah dan pengawas.
Hasil evaluasi nantinya menjadi dasar peninjauan ulang kurikulum, termasuk penyempurnaan Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Dengan begitu, dokumen kurikulum tidak sekadar menjadi kelengkapan administrasi, tetapi juga pedoman pembelajaran yang terukur dan berkelanjutan.
“Kepala sekolah bersama guru harus berdiskusi secara intensif agar melahirkan dokumen kurikulum yang komprehensif. Visi dan misi sekolah juga harus dimasukkan ke dalam RPP,” ujar Yusuf.
Selain penyempurnaan RPP, penetapan kriteria kenaikan kelas turut menjadi perhatian. Yusuf menekankan, penentuannya harus melalui pembahasan matang berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran, dengan standar yang selaras antara kepala sekolah dan guru. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan proses belajar, pencapaian prestasi, serta perkembangan peserta didik.
Di sisi lain, workshop juga membahas optimalisasi pemanfaatan IFP sebagai bagian dari adaptasi sekolah terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Perangkat ini diharapkan membantu guru mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik, kreatif, dan partisipatif.
Pemanfaatan IFP tidak boleh sebatas menjadi pelengkap fasilitas sekolah, tetapi harus berdampak pada kualitas pembelajaran dan meningkatkan keterlibatan siswa di kelas. Yusuf juga menegaskan pentingnya evaluasi kurikulum secara berkala agar setiap kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran dapat diperbaiki.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




