Unram meluluskan 818 orang wisudawan. Terdiri dari 35 Magister (S2), 740 orang Sarjana (S1) dan 43 Ahli Madya (AMd). Dari jumlah tersebut, 18 orang merupakan wisudawan/wisudawati terbaik. Mereka perwakilan dari masing-masing jenjang hadir mengikuti wisuda secara langsung.
Dikatakan, dampak Covid-19 terhadap dunia pendidikan sangat besar. Karena itu, belajar tatap muka belum bisa dilakukan. ”Termasuk acara wisuda ini dilakukan secara daring demi menjaga keselamatan jiwa kita bersama,” paparnya.
Dia kemudian menjelaskan posisi Unram di level nasional cukup baik. Hal ini terlihat dari klasterisasi PTN/PTS se-Indonesia yang dilakukan Kemendikbud pada Agustus 2020. Dari 2.136 perguruan tinggi non-vokasi yang dibagi menjadi lima klaster, Unram masuk dalam klaster ke-2.
”Ke depannya kita akan mengupayakan agar peringkat Unram terus meningkat,” serunya.
Rektor Unram ke-9 itu pun membeberkan, reputasi Unram di level internasional juga cukup membangggakan. Hal ini terlihat dari perankingan Webometrics Juli 2020 lalu yang menempatkan Unram pada posisi ke-19 dari 2.694 PTN/PTS di Indonesia yang masuk dalam daftar perankingan.
”Kedepan, Universitas Mataram berkomitmen melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi sesuai dengan standar mutu untuk mengimplementasikan program kebijakan Kemendikbud tentang Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM),” terangnya.
Ia juga berpesan kepada para wisudawan, dapat mengimplementasikan dan mengamalkan ilmunya. Guru besar ilmu hukum Unram itu pun mendorong agar para lulusan bukan lagi mencari kerja, namun harus mampu menjadi pencipta lapangan kerja.
”Lebih-lebih di era milenial ini, peluang menciptakan kerja sangat banyak terutama dengan memanfaatkan teknologi digital dengan ide-ide kreatif dan inovatif,” tegasnya. (nur/r9/*)
Editor : Baiq Farida