Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cegah Lulusan SMK Jadi Pengangguran, Sekolah Diminta Selaraskan Kurikulum dengan DUDI

Ali Rojai • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 11:40 WIB
KREATIF: Dua orang siswa SMKN 5 Mataram serius membatik ketika ada tamu di sekolah setempat, belum lama ini.
KREATIF: Dua orang siswa SMKN 5 Mataram serius membatik ketika ada tamu di sekolah setempat, belum lama ini.

LombokPost--Fenomena banyaknya lulusan SMK sebagai penyumbang pengangguran ditengarai tidak lepas dari minimnya lapangan kerja di dunia usaha. Sementara di satu sisi lulusan SMK cukup banyak tiap tahunnya.

Selain itu, keterampilan siswa yang tidak sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dunia industri (DUDI) juga menjadi kendala. ”Sekarang kita sudah arahkan sekolah (SMK) kerja sama dengan dunia usaha dunia industri,” kata Kasi Pembinaan SMK Dikbud NTB Muazam pada Lombok Post.

Dia meminta SMK menyelaraskan kurikulum dengan DUDI. Pada saat penyusunan kurikulum sekolah harus melibatkan DUDI. Sehingga tahu apa yang menjadi kemauan dunia usaha itu sendiri. ”Kurikulum yang ada di sekolah harus berisi muatan yang diinginkan dunia usaha. Sehingga ke depan jika anak-anak lulus sesuai dengan kamauan dunia usaha dunia industri,” kata Muazam.

Selain itu, sekolah juga diminta mendatangkan DUDI mengajar atau yang dikenal dengan istilah guru tamu. ”Sekolah mendatangkan guru tamu untuk mengajarkan apa yang diinginkan di usahanya,” ujarnya.

Atau bisa juga lanjut dia, para guru di sekolah dikirim atau magang di DUDI. ”Setelah memperoleh ilmu di dunia usaha para guru menularkan ke siswanya. Sehingga setelah lulus siswa memiliki keterampilan,” imbuhnya.

Dibeberkan, banyaknya lulusan SMK sebagai penyumbang pengangguran juga tidak lepas dari minimnya lapangan kerja di dunia usaha. Sementara di satu sisi lulusan SMK cukup banyak tiap tahunnya. ”Lapangan kerja yang kurang,” cetusnya.

Melihat kondisi tersebut, Dikbud NTB belum lama ini meluncurkan program satu siswa satu usaha. Harapannya, ada mindset siswa setelah lulus bisa berwirausaha. ”Jadi setelah lulus siswa nantinya tidak hanya mencari kerja, namun bagaimana menciptakan lapangan kerja,” ucap Muazam.

”Sekarang sudah mulai ada keterampilan di SMK yang mengarah ke wirausaha seperti pengolahan makanan dan berbagai produk lainnya,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, para siswa diberikan materi kewirausahaan mulai dari kelas X. Misalnya jika ingin jualan bakso maka dari kelas X sudah mulai diajarkan bagaimana produksi bakso. Di kelas XI hasil produksi dilempar ke pasar agar tahu kekurangan dan kelebihan.

Jika ada kekurangan akan dierbaiki di kelas XII. Disamping itu, menciptakan wirausaha muda juga dalam bentuk tim. Ada yang memproduksi, ada yang memasarkan, ada yang mencari modal, dan ada pembukuan.

Kepala SMKN 5 Mataram H Istiqlal mengatakan, sebagai sekolah kejuruan dibidang kriya dan seni pihaknya mengajarkan siswa berwirausaha dengan keterampilan dimiliki. ”Sejak masuk kita sudah jelaskan siswa dengan jurusan ini arahnya ke mana. Kita minta siswa berwirausaha dengan keterampilan dimiliki,” katanya.

Dia mencontohkan, jurusan musik tidak hanya bekerja di kafe. Melainkan siswa bisa membuka usaha studio musik. Dia menuturkan, menjamurnya kafe di ibu kota NTB  secara langsung memberikan peluang kepada lulusan jurusan musik. Banyak kafe ingin ada live music untuk medongkrak pengunjung. ”Ini peluang bagi lulusan jurusan musik. Saya rasa kalau lulusan jurusan musik cukup banyak peluang kerjanya,” pungkasnya. (jay/r9)

 

Editor : Kimda Farida
#DUDI #Dikbud NTB #lulusan smk