Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gelar PKM, UNU NTB Membuat Sistem Pemanenan Air Hujan di Sengkol Loteng

nur cahaya • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 18:47 WIB
 
Tim PKM Universitas Nahdlatul Wathan berfoto bersama usai kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan air untuk kehidupan yang resilien melalui pemanenan air hujan di Sengkol, Lombok Tengah.
Tim PKM Universitas Nahdlatul Wathan berfoto bersama usai kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan air untuk kehidupan yang resilien melalui pemanenan air hujan di Sengkol, Lombok Tengah.
LombokPost---Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) bekerja sama dengan Perempuan Nusantara menggagas kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan air untuk kehidupan yang resilien melalui pemanenan air hujan di Sengkol, Lombok Tengah.
 
Program ini merupakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) DRTM Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
 
Pelaksanaan program ini diketuai Uzlifatul Azmiyati dari program studi Teknik Lingkungan bersama dengan dua orang anggota tim yaitu Lalu Auliya Akraboe Littaqwa (Program Studi Teknik Lingkungan) dan Gagassage Nanaluih De Side (Program Studi Teknik Teknik Pertanian Universitas Mataram).
 
"Rangkaian program ini dilaksanakan dari bulan April sampai bulan Desember 2024," kata Ketua PKM Uzlifatul Azmiyati.
 
Baca Juga: Dukcapil Lotim Kebut Perekaman e-KTP di Sekolah, Target Layani 6.000 Pemilih Pemula
 
Ia mengatakan PKM ini sasaran peserta kegiatan adalah perempuan di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah tergabung dalam kelompok Perempuan Nusantara.
 
Komunitas perempuan dipilih karena mengingat peran penting perempuan dalam pengelolaan rumah tangga dan kerentanan mereka yang sangat tinggi terhadap kelangkaan air. 
 
"Meski begitu kegiatan ini juga menerapkan pendekatan inklusif yang melibatkan seluruh anggota rumah tangga untuk memastikan partisipasi holistik dan dampak yang bertahan lama," jelasnya.
 
Baca Juga: Hadiri Undangan BKSDA NTB, Kadiv Yankumham Kanwil Kemenkumham NTB Bahas Pelindungan HAM
 
Program ini dilakukan melalui beberapa rangkaian kegiatan.
 
Dimulai dengan kegiatan sosialisasi yang dirangkai dengan focus group discussion dengan seluruh anggota tim pengusul dan mitra sasaran.
 
Kemudian dilakukan pelatihan instalasi sistem pemanenan air hujan.
 
Pelatihan ini bertujuan agar mitra dapat membuat sistem pemanenan air hujan secara mandiri dan berkelanjutan.
 
Baca Juga: Kanwil Kemenkumham NTB Kawal Penyusunan Naskah Akademik di Sumbawa Barat
 
Kegiatan selanjutnya adalah penerapan teknologi sistem pemanenan air hujan yang dilaksanakan selama rentang waktu pelaksanaan program.
 
Kegiatan penerapan ini juga berupa edukasi pemanenan air hujan, pemeliharaan dan konservasi air.
 
Penerapan teknologi yang diberikan juga termasuk penyediaan filter air untuk keperluan rumah tangga. 
 
"Hal ini bertujuan memberikan teknologi praktis kepada masyarakat agar dapat langsung menggunakan air secara aman terlebih lagi untuk keperluan konsumsi," tuturnya.
 
Baca Juga: Bandara Lombok Raih Predikat Bandara Pelayanan Terbaik
 
Peserta merasa sangat senang dan beruntung dapat mengikuti kegiatan ini karena memperoleh banyak manfaat.
 
Peserta antusias mengikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi, mereka banyak bertanya karena hal ini merupakan sesuatu yang baru bagi mereka.
 
Namun mereka turut semangat dalam mewujudkan sistem pemanenan air hujan di Desa Sengkol yang dapat dimanfaatkan secara bersama-sama. 
 
"Selain itu peserta juga dibekali filter air yang dapat digunakan di rumah masing masing guna mempermudah peserta dalam pemanfaatan air," imbuhnya. (nur)
Editor : Kimda Farida
#Sengkol #Pemberdayaan #pengelolaan air