LombokPost- SMAN 2 Gerung membuka SMA Terbuka untuk memberikan kesempatan bagi siswa putus sekolah menyelesaikan pendidikan menengah atas.
Program ini juga menjadi upaya menekan angka putus sekolah dan memperluas akses pendidikan di Lombok Barat dan NTB.Program SMA Terbuka ini juga menjadi langkah konkret sekolah dalam menekan angka putus sekolah. Serta memastikan anak usia wajib belajar tetap mendapatkan hak pendidikannya.
Plt Kepala SMAN 2 Gerung Lalu Gde Sumaryani menjelaskan, SMA Terbuka ditujukan bagi mereka yang sempat berhenti sekolah namun masih memiliki semangat menyelesaikan pendidikan menengah atas.
“Kami memberikan kesempatan kepada anak-anak usia sekolah untuk bisa menyelesaikan jenjang SMA melalui SMA Terbuka,” ujar Sumaryani.
Ia menegaskan program SMA Terbuka memiliki ketentuan usia agar tetap sesuai aturan wajib belajar. “Yang penting usianya jangan lebih dari 21 tahun,” tegas Sumaryani.
Ia memastikan peserta yang masuk adalah mereka yang benar-benar membutuhkan akses pendidikan fleksibel untuk kembali bersekolah.
Untuk memperluas layanan, SMAN 2 Gerung membentuk berbagai Titik Kegiatan Belajar (TKB) di sejumlah wilayah. TKB tersebut tersebar di Sekotong, Ampenan, hingga Lombok Timur, sehingga siswa dapat belajar di lokasi paling dekat dengan tempat tinggal mereka.
“Kita juga siapkan kelas di sekolah untuk masing-masing TKB, sudah ada namanya,” kata Sumaryani.
Sebagai sekolah induk, lanjutnya, SMAN 2 Gerung menyiapkan infrastruktur lengkap untuk mendukung siswa SMA Terbuka, mulai dari administrasi, fasilitas belajar, hingga pendampingan guru. Sumaryani berharap program ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi angka putus sekolah di NTB.
Menurutnya, keberadaan SMA Terbuka bukan hanya memberikan akses pendidikan fleksibel tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi siswa memperoleh ijazah SMA dan melanjutkan karir maupun pendidikan tinggi.
“Semoga program ini menjadi jalan agar anak-anak tetap bisa mengakses pendidikan formal,” tutup Sumaryani. (*)
Editor : Redaksi Lombok Post