LombokPost - Diaz Fashma Sangadjie, siswa MAN 1 Mataram, terpilih sebagai Duta Anti Korupsi Mataram setelah meraih juara lomba pidato yang digelar Kejaksaan Negeri Mataram. Pencapaian ini menegaskan peran pelajar dalam menguatkan gerakan antikorupsi.
Kompetisi yang digelar Kejaksaan Negeri Mataram bertujuan menumbuhkan kesadaran antikorupsi di kalangan pelajar dan masyarakat. Dalam ajang tersebut, pidato Diaz berjudul “Membaca Senyap dalam Riuh” memukau dewan juri.
Isi pidatonya menegaskan bahwa generasi muda memegang peran penting dalam mewujudkan budaya bersih dari korupsi. Di kategori lomba ini SMA IT Anak Saleh meraih Juara 2, disusul SMAN 5 Mataram di posisi ketiga.
Plt Kepala MAN 1 Mataram Sumber Hadi menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut. Ia menegaskan, predikat Duta Anti Korupsi Mataram yang diraih Diaz menjadi bukti bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul secara akademik, namun juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.
“Kemenangan Diaz di Juara Lomba Pidato ini sejalan dengan komitmen madrasah dalam membentuk generasi berkarakter, berkompeten, dan berakhlak mulia,” ujar Sumber
Ia menambahkan, prestasi ini semakin memperkuat rekam jejak MAN 1 Mataram sebagai madrasah yang konsisten mencetak siswa kreatif dan berintegritas. Keberhasilan Diaz meraih Juara Lomba Pidato sekaligus gelar Duta Anti Korupsi Mataram semakin menegaskan posisi MAN 1 Mataram sebagai madrasah yang aktif melahirkan generasi muda berprestasi.
Prestasi ini bukan sekadar kebanggaan sekolah, tetapi juga menjadi penyemangat bagi gerakan antikorupsi di Kota Mataram.
“Dengan capaian ini MAN 1 Mataram terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya integritas di kalangan pelajar,” tutur Sumber
Guru Pembimbing Nur Istiana Muslim menilai Diaz, siswa kelas XII IPA, memiliki kemampuan komunikasi publik yang matang dan kedalaman gagasan yang kuat.
Menurutnya, pidato “Membaca Senyap dalam Riuh” menghadirkan ajakan reflektif agar pelajar berani mendengarkan suara hati di tengah riuhnya kepentingan.
“Kami berharap dengan gelar Duta Anti Korupsi Mataram tersebut dapat menginspirasi siswa lain untuk terus berani menyuarakan nilai kejujuran dan antikorupsi, baik melalui ruang publik maupun kompetisi seperti Lomba Pidato,” tutup Nur.(*)
Editor : Prihadi Zoldic