LombokPost- Hasil pengundian nomor urut Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Mataram (Unram) menjadikan Prof Kurniawan mendapat nomor 2.
Penetapan nomor urut ini menandai fase penting Pilrek Unram. Prof Kurniawan menegaskan, Pilrek Unram bukan sekadar agenda elektoral, melainkan momentum menentukan arah strategis kampus ke depan.
Karena itu, ia berkomitmen menjalani seluruh tahapan pemilihan secara elegan, akademik, serta berorientasi pada program yang terukur dan dapat dieksekusi.
Dalam visinya, Unram harus ditempatkan tidak hanya sebagai institusi unggul dalam indikator akademik, tetapi juga sebagai penggerak solusi pembangunan daerah dan nasional.
Menurutnya, agenda kampus harus sejalan dengan kebutuhan bangsa dan daerah, khususnya Provinsi NTB.
“Unram harus bergerak dalam satu garis besar pembangunan. Agenda kampus tidak boleh terpisah dari kebutuhan bangsa dan daerah,” tegas Prof Kurniawan.
Ia merumuskan visi kepemimpinan dengan pendekatan sederhana dan terarah, yakni mewujudkan universitas unggul berkelanjutan, berdampak nyata bagi masyarakat, dan berdaya saing global melalui tata kelola yang sehat serta kolaborasi produktif.
“Unggul yang berkelanjutan, berdampak yang terasa, dan mendunia,” kata Prof Kurniawan.
Rancangan transformasi Unram 2026-2030 yang ditawarkan Prof Kurniawan disusun sejalan dengan agenda pembangunan nasional pemerintahan Prabowo-Gibran melalui Asta Cita.
Selain itu, konsep tersebut juga paralel dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang menempatkan perguruan tinggi sebagai simpul peningkatan produktivitas dan inovasi nasional.
Di tingkat daerah, agenda transformasi Unram dinilai sejalan dengan prioritas pembangunan Provinsi NTB 2025-2029, terutama dalam pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas layanan dasar, serta pengembangan pariwisata berkualitas.
Kurniawan juga menekankan penguatan tema strategis berbasis keunggulan daerah NTB, di antaranya ekonomi biru dan pesisir, ketahanan pangan dan agro-maritim, pariwisata dan ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan energi terbarukan, serta penguatan sistem kesehatan kepulauan.
Sementara itu, Senator Perwakilan Guru Besar Fakultas Hukum Unram Prof Djumardin menegaskan, putaran akhir Pilrek Unram bersama unsur kementerian bukan kelanjutan otomatis dari hasil penjaringan sebelumnya.
“Putaran akhir dimulai dari nol. Dukungan masih sangat dinamis dan ditentukan oleh kualitas program, kesiapan eksekusi, serta kemampuan membangun kolaborasi strategis,” jelas Prof Djumardin.
Ia mengajak seluruh sivitas akademika menjaga iklim demokrasi kampus yang bermartabat serta menjadikan Pilrek Unram 2026-2030 sebagai momentum memperkuat persatuan dan mempertegas kontribusi Unram bagi pembangunan NTB dan nasional.
Editor : Akbar Sirinawa