LombokPost- Inovasi pangan berbasis bahan lokal terus lahir dari dunia pendidikan vokasi. Kali ini, siswa SMKPPN Mataram sukses mengolah buah pepaya menjadi keripik renyah bernilai jual tinggi melalui praktik produksi di jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).
Mengandalkan teknologi vacuum frying, para siswa membuktikan pepaya lokal dapat diolah menjadi keripik premium yang bersaing dengan produk industri.
Penggorengan menggunakan metode hampa udara ini menghasilkan tekstur sangat renyah tanpa merusak warna dan nutrisi alami buah.
Berbeda dengan penggorengan konvensional, vacuum frying memungkinkan pengolahan dilakukan pada suhu rendah.
Hasilnya, keripik pepaya tidak gosong, tidak berminyak, dan tetap mempertahankan rasa manis alami pepaya matang. Keunggulan kualitas inilah yang membuatnya berpotensi tinggi di pasar.
Proses produksi dilakukan secara profesional. Siswa didampingi langsung teknisi Teaching Factory (Tefa) serta guru mata pelajaran Produksi Pengolahan Hasil Nabati.
Pendampingan ini memastikan mutu produk sesuai standar industri pangan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga hasil akhir.
Produk buatan siswa SMKPPN Mataram ini memiliki tekstur super renyah dan cita rasa legit yang konsisten.Keripik tersebut dinilai layak masuk pasar oleh-oleh, ritel modern, hingga UMKM pangan.
Kepala SMKPPN Mataram Sugiarta mengapresiasi kreativitas dan inovasi para siswa. Menurutnya, pengolahan keripik pepaya ini merupakan bukti keberhasilan pendidikan vokasi menjawab kebutuhan pasar.
“Ini bukan sekadar praktik sekolah, tetapi implementasi nyata link and match. Keripik pepaya bisa menjadi produk unggulan dan membuka wirausaha muda di sektor pangan,” ujar Sugiarta.
Ia menambahkan, siswa jurusan APHP mampu mentransformasi bahan baku lokal menjadi produk olahan modern dengan nilai tambah ekonomi signifikan.
“Kami berharap keripik pepaya vacuum frying bisa menjadi ikon produk inovatif hasil karya siswa,” pungkas Sugiarta.
Editor : Akbar Sirinawa