Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tim PKM Ummat Dampingi Literasi SD di Thailand Lewat Membaca dan Menulis Terbimbing

Yuyun Kutari • Sabtu, 31 Januari 2026 | 03:30 WIB

Tim PKM Ummat berfoto bersama, setelah melakukan pendampingan literasi membaca dan menulis terbimbing bagi siswa Sekolah Dasar di Lukmanulhakeem Islamic School, Thailand, Rabu (21/1).
Tim PKM Ummat berfoto bersama, setelah melakukan pendampingan literasi membaca dan menulis terbimbing bagi siswa Sekolah Dasar di Lukmanulhakeem Islamic School, Thailand, Rabu (21/1).
LombokPost - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), melakukan pendampingan literasi bagi siswa Sekolah Dasar di Lukmanulhakeem Islamic School, Thailand, pada 21 Januari 2026.

Pengabdian ini merupakan kolaborasi tim PKM Ummat yang terdiri atas Dr Sri Rejeki, M.Pd sebagai ketua, dan Dr. Ilham, M.Pd  serta Muslimin, M.Pd sebagai anggota.

“Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa, terutama dalam bahasa Inggris dan Thai,” jelas Sri Rejeki.

Dijelaskannya, Lukmanulhakeem Islamic School menghadapi sejumlah tantangan dalam keterampilan membaca dan menulis. Dalam literasi membaca, siswa masih kesulitan memahami teks berbahasa Thai karena perbedaan struktur dan bahasa ibu mereka.

Pada teks berbahasa Inggris, keterbatasan kosakata akademik dan strategi membaca kritis menyebabkan siswa sulit memahami bacaan panjang. Budaya membaca juga masih rendah karena aktivitas membaca lebih banyak difokuskan pafa hafalan doa atau ayat, bukan pada membaca reflektif dan analitis.

“Dalam literasi menulis, siswa menghadapi kesulitan menyusun kalimat paragraf koheren dalam bahasa Thai. Sementara itu tulisan dalam bahasa Inggris sering dipengaruhi oleh keterbatasan kosakata, kesalahan tata bahasa, serta lemahnya pengorganisasian ide,” bebernya.

Aktivitas menulis yang diberikan cenderung berupa menyalin teks, bukan ekplorasi gagasan kreatif. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan siswa menulis kreatif seperti menulis deskripsi benda atau pengalaman sehari hari jarang diberikan sehingga keterampilan produktif tidak berkembang optimal.

Karenanya, untuk mengatasi masalah tersebut tim Risetmu Ummat dengan pendanaan hibah Risetmu Majelis pendidikan tinggi Penelitian dan pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Batch IX tahun 2026, melaksanakan kegiatan PKM dengan fokus pada beberapa hal.

Sri Rejeki mengatakan, dimulai dari peningkatan kemampuan literasi membaca dan menulis siswa melalui pembelajaran teratah bahasa Inggris sehingga mereka mampu memahami teks serta menyusun tulisan yang koheren dan kreatif.

Peningkatan kualitas metode pembelajaran guru melalui penerapan strategi literasi modern seperti membaca terbimbing dan menulis terbimbing yang mendorong partisipasi aktif anak.

Berikutnya, peningkatan sarana literasi dengan menghadirkan bahan bacaan baru, media visual, serta pengembangan pojok baca sederhana.

“Tak kalah penting, peningkatan budaya literasi sekolah melalui kegiatan story telling, lomba menulis dan jurnal literasi yang menyenangkan bagi anak,” tegasnya.

Baca Juga: UMMAT Tambah Guru Besar, Prof Hijril Ismail Dikukuhkan di Bidang Reading ELT

Dr. Ilham selaku anggota tim PKM Ummat mengatakan kegiatan ini dilaksanakan melalui serangkaian pelatihan, meliputi memberikan pendampingan peningkatan literasi siswa dengan implementasi strategi membaca bebas terbimbing dan menulis terbimbing.

Sedangkan implementasi strategi menulis bebas terbimbing berdasarkan stimulus gambar lalu diarahkan memperbaiki ejaan dan struktur sederhana, serta penyusunan literasi siswa untuk mencatat hasil membaca dan menulis secara berkelanjutan bagi siswa.

Harapannya, agar pembelajaran di kelas menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa.

“Selain itu akan dilakukan penyusunan modul literasi bahasa Inggris sederhana yang berisi pengalamanman sehari-hari, deskripsi benda dan cerita sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari hari siswa,” terangnya.

Adapun solusi yang ditawarkan berikutnya adalah peningkatan kualitas metode pembelajaran guru, dengan melakukan workshop peningkatan kompetensi guru tentang strategi literasi modern seperti membaca terbimbing, menulis terbimbing serta merancang rencana pembelajaran literasi.

“Solusi berikutnya adalah peningkatan sarana dan media literasi melalui pembuatan pojok baca literasi dan pemberian apresiaisi bagi siswa dengan proses literasi terbaik,” katanya.

Solusi yang terakhir adalah peningkatan budaya literasi sekolah melalui 15 menit membaca sebelum pelajaran dimulai, lomba membaca puisi dan menulis cerita pendek.

Muslimin yang juga anggota tim PKM Ummat menegaskan pendampingan stimulasi literasi membaca bebas terbimbing, dan menulis terbimbing media pembelajaran merupakan solusi yang tepat, untuk mengatasi masalah siswa di Lukmanulhakeem Islamic school yang didasarkan pada beberapa alasan.

“Pertama, melalui strategi membaca bebas terbimbing dan menulis terbimbing mempermudah para siswa meningkatkan keterampilan membaca dan menulis,” jelasnya.

Kedua, mengatasi keterbatasan ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran yang dimiliki sekolah, membutuhkan biaya yang murah karena memanfaatkan materi ajar yang ada di internet.

“Pelatihan ini memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan daya saing Lukmanulhakeem Islamic School Thailand,” tambahnya.  

Hasil kegiatan menunjukkan respon positif dari peserta pelatihan, dengan hasil evaluasi seluruh siswa menunjukkan pencapaian yang positif dengan nilai rata-rata di atas 80.

Pengabdian ini memberikan dampak positif, dalam kemampuan siswa membaca dan menulis bahasa Inggris  yang akan berdampak, pada meningkatnya pemahaman membaca dan menulis Sekolah Dasar LukmanulHakeem Islamic School.

Editor : Redaksi Lombok Post
#thailand #UMMAT (Universitas Muhammadiyah Mataram) #literasi #Pengabdian kepada masyarakat #pojok baca #membaca dan menulis #bahasa thai #muhammadiyah #Membaca Kritis #bahasa ibu #siswa