LombokPost- Universitas Mataram (Unram) resmi mengukuhkan 6 Guru Besar Unram dalam Rapat Senat Terbuka, Rabu (11/2), di Ruang Sidang Senat, Rektorat Unram. Pengukuhan enam Guru Besar Unram ini menjadi penanda komitmen kampus dalam memperkuat riset, inovasi, serta pengabdian yang benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Melalui pengukuhan Guru Besar Unram, Unram menegaskan arah pengembangan akademik yang tidak berhenti pada publikasi dan capaian ilmiah. Tetapi juga menghadirkan solusi nyata lewat inovasi lintas disiplin, riset terapan, dan pengabdian di lapangan.
Enam guru besar tetap yang dikukuhkan berasal dari berbagai fakultas. Masing-masing menyampaikan orasi ilmiah dengan tema yang relevan terhadap kebutuhan daerah sekaligus tantangan global.
Guru besar pertama, Prof. Ir. Aluh Nikmatullah, M.Agr.Sc., Ph.D (Fakultas Pertanian, Bidang Ilmu Sains Tanaman) menyampaikan orasi berjudul “Peran Bioteknologi untuk Memahami Keragaman Genetik dan Interaksi Tanaman dengan Lingkungan”.
Dari Fakultas Teknik, Prof. Hendry Sakke Tira, ST., MT., Ph.D (Bidang Ilmu Teknik Mesin Teknik Otomotif) mengangkat orasi ilmiah “Potensi Bioadsorben sebagai Catalytic Converter untuk Mengurangi Emisi Kendaraan Bermotor”.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Lukman HY, M.P (Fakultas Peternakan, Bidang Ilmu Pengembangbiakan Ternak) menyampaikan orasi “Penambahan a Tokoferol dalam Pengenceran Tris terhadap Kualitas dan Integritas Membran Spermatozoa pada Penyimpanan Semen Cair Sapi Bali dan Aplikasi Inseminasi Buatan”.
Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Dra. Hj. Mukmin Suryatni, M.M (Bidang Ilmu Manajemen Organisasi) menyampaikan orasi “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia: Strategi dalam Human Capital Management (Model Pendekatan dalam Pemberdayaan)”.
Selanjutnya, Prof. Dr. Syamsul Bahri, S.Si., M.Si (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/FMIPA, Bidang Ilmu Pemodelan Matematika dan Optimasi) mengangkat tema “Pemodelan Matematika dan Optimasi Alat Pemecahan Masalah pada Zaman Dulu, Kini, dan Masa yang akan datang”.
Sedangkan dari Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prof. Dr. Widodo Dwi Putro, S.H., M.Hum (Bidang Ilmu Hukum dan Pembangunan) menyampaikan orasi “Revolusi Senyap: Pergeseran Paradigma dari Rule of Law menuju Rule of Algorithm”.
Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D menegaskan, pengukuhan guru besar bukan puncak, melainkan awal dari pengabdian berikutnya. Unram, kata dia, akan mendorong para profesor untuk aktif turun ke masyarakat melalui Program Profesor Berdampak.
Program tersebut merupakan program strategis yang dicetuskan oleh Rektor Unram terpilih periode 2026-2030 Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd. Program ini menjadi dorongan agar para guru besar tidak berhenti pada kerja akademik, tetapi menghadirkan inovasi, riset terapan, dan pengabdian yang nyata.
Dalam kerangka Program Profesor Berdampak Unram, para profesor diharapkan mengimplementasikan riset untuk mendukung kebijakan daerah, memberdayakan masyarakat desa, serta menciptakan solusi yang meningkatkan taraf hidup.
Selaras dengan visi Desa Berdaya di NTB, Program Profesor Berdampak disebut menjadi wujud kontribusi Unram dalam menjawab tantangan pembangunan dan inklusi pendidikan.
Prof Bambang juga menegaskan, guru besar memiliki peran strategis sebagai penyedia solusi, penjaga moral, sekaligus fasilitator bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang berdampak secara ekonomi dan sosial.
“Teknologi dan inovasi yang kita hasilkan harus benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Para guru besar dan peneliti harus menggali semua potensi yang ada, ilmu yang kita miliki tidak boleh berhenti di ruang kuliah, tetapi memberikan dampak bagi masyarakat,” tegas Prof Bambang.
Pengukuhan enam Guru Besar Unram ini menjadi simbol bahwa Unram tidak hanya mengejar keunggulan akademik. Tetapi juga memperkuat riset, inovasi, serta pengabdian yang menyentuh kebutuhan masyarakat, dari desa hingga pesisir, dari pengembangan ilmu hingga perumusan kebijakan.
Editor : Pujo Nugroho