LombokPost- Tadarus Alquran SMPN 11 Mataram menjadi pemandangan rutin setiap pagi selama Ramadan. Program ini dilaksanakan sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai untuk memperkuat karakter dan meningkatkan literasi Alquran siswa.
Suasana religius terasa di lingkungan SMPN 11 Mataram. Lantunan ayat suci menggema dari musala dan ruang kelas. Seluruh siswa mengikuti tadarus Alquran dengan khusyuk sebelum jam pelajaran dimulai.
Kepala SMPN 11 Mataram Azizudin mengatakan, tadarus Alquran bagian dari pembentukan karakter siswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual.
“Kegiatan tadarus ini kami lakukan rutin setiap pagi sebelum jam pelajaran dimulai. Kami ingin anak-anak tidak hanya mengejar ilmu akademik, tetapi juga memiliki kedekatan spiritual dengan Alquran, terutama di bulan yang penuh berkah ini,” ujar Aziz.
Selain tadarus Alquran, sekolah juga menggelar pembacaan surah pendek dan kultum singkat. Rangkaian kegiatan Ramadan ini dirancang untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus membangun kebiasaan positif di kalangan siswa.
Aziz menuturkan, program tadarus Alquran mendapat respons positif dari wali murid. Lingkungan sekolah terasa lebih sejuk dan religius. Pembiasaan ini diharapkan menanamkan nilai keimanan berkelanjutan, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Aziz berharap, tadarus Alquran menjadi budaya sekolah yang terus hidup setelah Ramadan berakhir. Menurutnya, penguatan karakter melalui pendekatan spiritual menjadi fondasi penting menghadapi tantangan pergaulan remaja saat ini.
“Kami ingin mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki kedekatan dengan Alquran sebagai pedoman hidup,” pungkas Aziz.
Editor : Akbar Sirinawa