LombokPost- Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. turun langsung memastikan program jalur miskin berprestasi Unram berjalan tepat sasaran. Program jalur miskin berprestasi dengan skema kuliah gratis ini menjadi solusi nyata membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa NTB.
Dalam kunjungan yang dilakukan Minggu (15/3), Rektor Unram menyambangi langsung mahasiswa penerima program jalur miskin berprestasi Unram di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program kuliah gratis benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa.
Kunjungan pertama dilakukan di Gunungsari, Lombok Barat. Rektor menemui Najjah Andini, mahasiswa semester 4 Program Studi Kedokteran. Dalam dialog tersebut, Rektor menggali langsung kondisi perkuliahan serta kendala yang dihadapi selama mengikuti program jalur miskin berprestasi.
“Jangan sampai ada kendala. Kami ingin memastikan program jalur miskin berprestasi ini benar-benar membantu mahasiswa,” tegas Prof Sukardi.
Rektor juga mendorong mahasiswa aktif menyampaikan kendala melalui layanan Lapor Rektor, terutama terkait fasilitas dan pelayanan kampus. Hal ini menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan program jalur miskin berprestasi Unram.
Najjah mengaku program tersebut sangat membantu dirinya. Dengan adanya program jalur miskin berprestasi, beban biaya pendidikan kedokteran yang tinggi dapat teratasi sehingga ia bisa fokus belajar.
Program ini merupakan terobosan dari Rektor Unram sebelumnya Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo. Skemanya memungkinkan mahasiswa menempuh kuliah dengan biaya nol rupiah, tidak hanya di kedokteran tetapi juga program studi lain.
Kunjungan berikutnya dilakukan di Desa Lendang Nangka, Lombok Timur. Rektor menemui Herianto, mahasiswa semester 2 kedokteran. Ia menyebut program jalur miskin berprestasi Unram sebagai harapan besar bagi dirinya dan keluarga.
“Program ini seperti penyelamat bagi kami. Saya bisa kuliah tanpa membebani orang tua,” ujar Herianto.
Hal senada disampaikan keluarga Herianto yang berharap anaknya kelak menjadi dokter dan kembali mengabdi di desa. Program jalur miskin berprestasi dinilai membuka peluang besar bagi generasi muda di daerah.
Rektor juga mengunjungi Nurlaeli Andriani di Lenek Lauq, Lombok Timur. Ia berharap program jalur miskin berprestasi Unram terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Prof Sukardi juga mengajak calon mahasiswa untuk tidak ragu memanfaatkan peluang tersebut. Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.
Kunjungan langsung ini menegaskan komitmen Unram dalam memastikan program jalur miskin berprestasi berjalan efektif. Di sisi lain, program ini juga menjadi bukti nyata peran kampus dalam mendorong pemerataan pendidikan di NTB.
Di akhir kunjungan, Prof Sukardi kembali menegaskan bahwa program jalur miskin berprestasi Unram bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi investasi masa depan bagi generasi NTB.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin