Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Senator NTB Dorong Pemprov Proaktif Usulkan Program ke Pusat, Pemangkasan TKD akan Diganti Program

U
Penulis: Umar Wirahadi❯
Senator DPD RI dapil NTB TGH Ibnu Kholil mendorong Pemprov NTB aktif usulkan program ke pemerintah pusat di tengah pemotongan TKD.
Senator DPD RI dapil NTB TGH Ibnu Kholil mendorong Pemprov NTB aktif usulkan program ke pemerintah pusat di tengah pemotongan TKD.

 


Advertisement

LombokPost – Kekuatan fiskal daerah menurun signifikan tahun depan. Salah satunya karena pemangkasan dana pusat melalui transfer ke daerah (TKD) yang turun sampai Rp 1 triliun lebih.

Hal itu menjadi perhatian senator DPD RI dapil NTB TGH Ibnu Kholil.

"Kami sudah sampaikan ke pusat bahwa pengurangan ini sebaiknya tidak diberlakukan ke semua daerah. Termasuk NTB ini," kata TGH Ibnu Kholil di Mataram, Kamis (18/12). 

Advertisement

Ia meminta jika pun TKD dipotong, nilainya harus proporsional. Sesuai dengan tingkat kemampuan daerah. Mengingat pendapatan daerah di setiap provinsi berbeda-beda.

"Apalagi pendapatan dan belanja kita di NTB kan termasuk daerah yang cukup tergantung pada penerimaan pusat," ujarnya. 

Diketahui, postur pendapatan daerah tahun anggaran 2026 sebesar Rp 5,640 triliun. Terjadi penurunan sebesar Rp 849 miliar dibandingkan dengan APBD 2025 sebesar Rp 6,489 triliun. 

Advertisement

Sedangkan belanja daerah tahun anggaran 2026 sebesar Rp 5,751 triliun.

Turun Rp 745 miliar. Atau berkurang 11,47 persen dibandingkan dengan APBD 2025 sebesar Rp 6,496 triliun.

Penurunan kekuatan fiskal Pemprov NTB banyak dipengaruhi oleh turunnya alokasi pendapatan TKD. 

Meski terjadi pemotongan TKD, sambung Ibnu Kholil, pihaknya meminta pemprov maupun kabupaten/kota tidak terlalu risau.

Karena TKD akan banyak dialihkan dalam bentuk program. Kebijakan ini bisa menjadi peluang bagi daerah.

Sehingga pihaknya mendorong pemprov untuk proaktif mengajukan usulan program ke pemerintah pusat. "Ada peluang untuk mengajukan pembangunan sesuai dengan kebutuhan daerah," paparnya.  

Anggota DPRD NTB Hasbullah Muis Konco mengatakan TKD dalam bentuk program bisa memudahkan kegiatan pembangunan.
Anggota DPRD NTB Hasbullah Muis Konco mengatakan TKD dalam bentuk program bisa memudahkan kegiatan pembangunan.

Anggota DPRD NTB Hasbullah Muis Konco mengatakan TKD dalam bentuk program akan memudahkan daerah dalam belanja.

Sebab dana TKD yang dititipkan di APBD seringkali tidak terserap dengan maksimal. Karena dibelanjakan di akhir tahun anggaran. Sehingga banyak yang tidak terserap dan kembali menjadi Silpa. 

"Kalau berupa program kan langsung yang belanja pemerintah pusat. Bukan lagi daerah," kata Konco. 

Kebijakan ini menjadi peluang bagi Pemprov NTB yang sangat membutuhkan fasilitas untuk mendukung kegiatan industrialisasi dan hilirisasi.

Baik komoditas hasil pertanian, kelautan dan perikanan. Nah, hal ini harus ditindaklanjuti oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

"Ini perlu kolaborasi dengan pemerintah pusat. Supaya APBD kita tidak terbebani dengan pemotongan TKD ini," ujar Konco.

Misalnya, Pemprov NTB bisa mendorong pembangunan pabrik atau gudang di NTB.

Tujuannya untuk menghasilkan nilai tambah produk asli NTB. Seperti gudang atau pabrik garam, ikan, udang, rumput laut, jagung dan bawang.

"Termasuk pembangunan cold storage, contohnya. Pemprov bisa mengajukan program ini ke pusat," ujar Konco. 

Dengan adanya cold storage berkapasitas besar, maka hasil tangkap ikan dan udang bisa disimpan di gudang penyimpanan.

Sama dengan hasil pertanian seperti bawang dan jagung. Artinya, ini semua penganggarannya bisa melalui APBN.

Karena dengan pengurangan TKD, otomatis pusat akan banyak menyiapkan program ke daerah.

"Tinggal nanti bagaimana gubernur dan timnya menjemput program ini agar sampai ke NTB. Komunikasi ke pusat harus lebih ditingkatkan," tegas Konco. 

 

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sirkuir Mandalika Tak Boleh Nganggur, DPD RI Dorong Event Berkala untuk Dongkrak Ekonomi NTB

Sirkuir Mandalika Tak Boleh Nganggur, DPD RI Dorong Event Berkala untuk Dongkrak Ekonomi NTB

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Evi Apita Maya memberikan apresiasi  terhadap penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika.

Revisi UU Energi, DPD RI Dorong Keadilan Bagi Daerah Penghasil

Revisi UU Energi, DPD RI Dorong Keadilan Bagi Daerah Penghasil

Anggota DPD RI asal NTB Evi Apita Maya menyorot sejumlah hal dalam pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi.

Hadiri Hari Santri di Yayasan Islahul Islam Kuripan, Evi Apita Maya: Momentum Jaga Citra Ponpes

Hadiri Hari Santri di Yayasan Islahul Islam Kuripan, Evi Apita Maya: Momentum Jaga Citra Ponpes

DPD RI Evi Apita Maya hadiri Lomba Santri yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan Islahul Islam di Kecamatan Kuripan, Lombok Barat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer