Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengamat : Restu Mohan Menentukan!

U
Penulis: Umar Wirahadi❯
Dr Ihsan Hamid (Dok. Lombok Post)
Dr Ihsan Hamid (Dok. Lombok Post)

Advertisement

LombokPost – Sikap politik Partai Golkar terkait Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Mataram dalam pilkada mendatang menarik ditunggu.

Hal ini menyangkut dominasi Partai Beringin di ibu kota Provinsi NTB. Apalagi Mohan Roliskana tidak bisa lagi berkontestasi karena sudah menjabat dua periode menjabat Wali Kota Mataram.

"Siapa suksesor Pak Mohan berikutnya ini jadi pertanyaan besar di masyarakat," kata pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Dr Agus, Rabu (8/4).

Disampaikan, hingga kini belum ada tanda-tanda siapa yang akan menjadi penerus estafet kepemimpinan Partai Golkar di Mataram. Golkar, tambah dia, memang memiliki kader-kader potensial.

Mulai dari Sekretaris DPD I Golkar NTB Firadz Pariska, Ketua DPD II Golkar Kota Mataram Rino Rinaldi, Ketua DPRD Kota Mataram Abdul Malik, hingga kader senior yang juga anggota DPRD NTB Didi Sumardi. Ada juga pihak yang menyebut Mohan menyiapkan istrinya, Noviani Danar Kinnastri atau akrab disapa Mbak Kikin.

Advertisement

"Di antara nama-nama itu siapa yang didukung oleh Mohan sangat menentukan peta elektoral," ujarnya.

Menurutnya, siapa pun kader Golkar yang maju, pilkada Kota Mataram akan sangat dinamis. Sebab tidak ada sosok yang dominan seperti pertarungan di 2024. Situasi politik seperti ini memunculkan kepercayaan diri dari penantang-penantang baru seperti Ketua DPW PPP NTB H Muzihir atau calon partai lain seperti Gerindra, PKS, atau PDIP. 

Meski demikian, restu dari Mohan sangat menentukan peta elektoral. Sebab dukungan dari kepala daerah aktif dinilai masih efektif. Karena bagaimana pun kepala daerah menguasai sumber daya politik strategis. Seperti birokrasi pemerintahan dan APBD.

 "Pengalaman di banyak daerah, dukungan kepala daerah aktif ini sangat menentukan pemenang," tuturnya.

Agus mengingatkan, ada tiga sumber pendanaan politisi dalam pilkada langsung di Indonesia. Yaitu biaya oleh negara melalui birokrasi dan APBD, biaya oleh bohir atau pemodal, dan biaya pribadi calon. Dari tiga sumber pembiayaan itu yang paling efektif adalah sumber biaya dari negara.

Advertisement
Editor : Redaksi
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Nyatakan Kesiapan, Muzihir Tantang Figur Lain Bertarung di Pilwali Mataram

Nyatakan Kesiapan, Muzihir Tantang Figur Lain Bertarung di Pilwali Mataram

Wakil Ketua DPRD NTB H Muzihir menjadi figur pertama yang terang-terangan menyatakan kesiapan maju dalam kontestasi tersebut.

Duet KIRIN Mencuat untuk Mataram, Rino Sebut Hanya Foto Biasa 

Duet KIRIN Mencuat untuk Mataram, Rino Sebut Hanya Foto Biasa 

Pilwali Mataram masih sekitar tiga tahun lagii, namun sejumlah nama mulai dikaitkan dengan suksesi H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman.

Menyoal Gagalnya Gubernur Iqbal Menjadi Calon Ketua KONI NTB

Menyoal Gagalnya Gubernur Iqbal Menjadi Calon Ketua KONI NTB

Pengamat soroti pengguguran Gubernur NTB Lalu Iqbal dari calon Ketua KONI. Dinilai terkesan dipaksakan dan langgar UU Keolahragaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer