
LombokPost — Isu merger atau penggabungan Partai NasDem ke Partai Gerindra mendapat bantahan keras dari internal NasDem di daerah.
Tidak terkecuali DPW NasDem NTB. Rumor itu dinilai sebagai isu liar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
"Isu merger ini sama sekali tidak benar. Dan ini menyakiti hati kader. Termasuk di NTB," kata Sekretaris DPW NasDem NTB Ardany Zulfikar, Rabu (15/4).
Baca Juga: PKB, PAN, NasDem Buka Pencalegan Dini, Ukur Potensi Bacaleg Jelang Pemilu 2029
Ia menilai, wacana merger NasDem dengan Gerindra adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Sebab pendirian setiap partai politik dibangun atas dasar ideologi, prinsip dan nilai yang diperjuangkan.
"Jadi merger ini tidak mungkin terjadi. Ini sesuatu yang mustahil," ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Ardany, pemberitaan Tempo soal isu merger atau fusi sangat melukai perasaan kader NasDem.
"Ini seperti misinterpretasi. Ini membuat kader menjadi keberatan sehingga ribut di beberapa daerah," ucapnya.
Pihaknya yakin NasDem akan tetap kokoh berdiri sebagai partai politik yang berdaulat dalam kepentingan masyarakat.
Hal itu, sambung dia, terlihat dari tren peningkatan suara NasDem dari pemilu ke pemilu. Di Pemilu 2024, misalnya, partai pimpinan Surya Paloh itu masuk menjadi lima besar dan meraih kursi pimpinan di DPR RI.
Nah, pada Pemilu 2029 nanti, DPP NasDem kembali memasang target menjadi tiga besar nasional.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




