Rohmi disebut akan fokus mengelola organisasi dan studinya. Sehingga Rizal dipersiapkan dari saat ini melakukan safari politik memperkuat basis dukungan.
“Jadi begini, yang pertama saya perlu tegaskan (dalam pengamatan sebagai suami), hubungan Dr Zul (gubernur NTB) dan Bu Rohmi itu masih sangat baik,” kata HM Khairul Rizal tentang rumor tersebut, Selasa (15/6).
Menurutnya, berbagai program pemerintah telah dijalankan bersama dalam bingkai koordinasi antara gubernur dan wakil gubernur. “Jadi apa pun program itu selalu didiskusikan bersama, termasuk juga untuk mutasi dan lain sebagainya,” ungkap anggota DPRD NTB ini.
Situasi ini dipandang Rizal sebenarnya mengindikasikan duet Zul-Rohmi tidak ada persoalan sampai saat ini dalam membangun sinergi pemerintahan. Sehingga membuka peluang besar untuk melanjutkan sinergi ini satu periode lagi. “Sedangkan saya sendiri (yang dirumorkan akan maju gantikan Rohmi), justru mau istirahat di politik,” ungkapnya.
Lebih eksplisit, Rizal mengatakan dirinya saat ini lebih mengambil peran sebagai konsultan politik bagi Rohmi. “Saya hanya konsultan politik Bu Rohmi,” tekannya.
Langkahnya belakangan yang intens turun ke tengah masyarakat disebut sebagai upaya membantu Rohmi memperkuat basis dukungan politik. “Jadi tidak ada sedikit pun niat untuk ikut kontestasi politik, baik itu di (pilkada) kabupaten/kota atau provinsi,” jelasnya.
Keputusannya istirahat dalam perpolitikan hanya untuk pertarungan di panggung pilkada. Sementara pileg, dia masih terikat secara kepartaian menjalankan tugas tampil lagi di pileg mendatang. “Kalau pileg masih lentur ya, karena DPP (NasDem) kemarin mewajibkan semua anggota DPRD sekarang wajib maju lagi,” tuturnya.
Amanat dari partai juga mendorong semua kader ikut terlibat memenangkan calon yang akan diusung di kabupaten/kota hingga provinsi. “Jadi saya hanya siap memenangkan calon yang diusung partai dan organisasi (NWDI),” terangnya.
Tidak ada persoalan serius dalam pemerintahan Zul-Rohmi membuatnya yakin, Zul-Rohmi berpeluang tampil bersama lagi di Pilgub 2024 mendatang. “Artinya Bu Wagub tidak pernah dijadikan ban serep, sehingga saya rasa (kebersamaan Zul-Rohmi) masih panjang, saya tentu tidak punya kapasitas untuk mengomentari dari sisi partai ya, tetapi sebagai suami saya melihat hubungan Zul-Rohmi harmonis,” tekannya.
Terpisah, Rohmi masih menutup diri terkait rencana politik di Pilgub 2024. Sementara berbagai rumor terus berkembang terkait langkah politik cucu pendiri ormas Nahdlatul Wathan (NW) itu.
Mulai diisukan tak tampil lagi, membidik kursi ketua DPW NasDem NTB, hingga diisukan bakal pecah kongsi dengan Dr Zul kemudian dipasang-pasangkan dengan sejumlah kepala daerah seperti Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid hingga Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. (zad/r1) Editor : Administrator