Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mantan Kadernya Kini Pimpin PSI, Begini Respons Petinggi PDIP NTB

Umar Wirahadi • Jumat, 27 Februari 2026 | 23:43 WIB

Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat (tiga dari kanan) memimpin rapat Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC se-Kota Mataram beberapa waktu lalu.
Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat (tiga dari kanan) memimpin rapat Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC se-Kota Mataram beberapa waktu lalu.

 

 

LombokPost – Partai Banteng tidak gentar meski mantan kadernya kini memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTB.

Sekretaris DPD PDIP NTB Hakam Ali Niazi mengatakan pihaknya sama sekali tidak khawatir. Ia optimistis suara partai akan tetap stabil.

"PDIP tidak khawatir sama sekali. Kami punya garis ideologi dan organisasi yang jelas," kata Hakam, Kamis (26/2). 

Pernyataan itu menanggapi penetapan Lalu Budi Suryata yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PSI NTB.

Lalu Budi adalah mantan kader PDIP yang pernah menjabat sebagai sekretaris DPD PDIP NTB. Selama menjadi anggota PDIP ia pernah menduduki jabatan publik sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa dan anggota DPRD NTB. 

Hakam optimistis bahwa tindakan Lalu Budi yang loncat pagar ke PSI tidak akan diikuti oleh kader yang lain.

Apalagi yang bersangkutan sudah lama tidak menjadi kader setelah dipecat oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Pemecatan Lalu Budi bersamaan dengan mantan Presiden RI Joko Widodo dan putranya Gibran Rakabuming Raka pada Desember 2024.

"Di partai dia juga tidak punya basis massa dan networking yang kuat. Artinya dia tidak mengakar di partai," cetus Hakam. 

Baca Juga: PDIP Jalankan Fungsi Kontrol dan Penyeimbang yang Kritis dan Efektif Terhadap Pemerintahan Prabowo

Ia menilai kepindahan Lalu Budi ke PSI lebih karena faktor pragmatisme. Setelah keluar dari PDIP, ia dikabarkan pernah berlabuh ke Gerindra. Itu terjadi saat momen Pemilihan Bupati (Pilbup) Sumbawa pada 2024 lalu.

Namun karena tidak jadi diusung Gerindra, kini Budi berlabuh ke PSI yang dipimpin putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep.

"Jejak digitalnya kan sudah terlacak. Sehingga masyarakat menilai ini karena faktor pragmatisme saja. Kasarnya seperti mencari tempat tongkrongan. Karena semua partai sudah full, ia masuklah dia ke PSI," tutur Hakam.

Lalu Budi Suryata (kiri) menerima SK sebagai Plt Ketua DPW PSI NTB dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Kamis (19/2).
Lalu Budi Suryata (kiri) menerima SK sebagai Plt Ketua DPW PSI NTB dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Kamis (19/2).

Ia mengakui sejumlah kader PDIP di Sumbawa juga ikut ditawari masuk PSI. Mulai kader di tingkat DPC hingga PAC. Mereka yang dirayu masuk akan diberikan jabatan struktural di PSI.

Namun Hakam optimistis para kader sudah memiliki garis ideologi yang kuat sehingga tidak akan termakan bujuk rayu. "Memang kami sudah dengar ada rayuan masuk ke PSI. Tapi saya yakin tidak akan keluar dari PDIP," ujarnya. 

Untuk membentengi para kader, pihaknya terus melakukan konsolidasi sampai ke bawah. Yang terakhir adalah menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang dipimpin langsung Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat.

Dari 117 PAC se-NTB, tinggal 7 kecamatan yang belum menggelar Musancab. Kondisi itu karena terkendala faktor cuaca sehingga forum tidak memenuhi kuorum. "Selama konsolidasi di tingkat PAC ini tidak ada gejolak. Artinya kader solid," pungkas Hakam. 

Di pihak lain, Lalu Budi Suryata mengaku akan tetap fokus memimpin DPW PSI NTB. Saat ini proses penyusunan struktur DPW sudah masuk tahap finalisasi.

Struktur itu akan segera diserahkan ke DPP untuk mendapatkan SK definitif. "Karena sebelum menjadi definitif, kepengurusan dan struktur DPW harus tuntas dulu," jelasnya.

Sebagai politisi yang sudah mempunyai jam terbang tinggi, ia tidak menampik akan mengincar sejumlah figur untuk bergabung dan bisa memperkuat PSI di NTB. Tidak terkecuali para kader PDIP yang tidak puas dengan kondisi di internal partai. 

Dengan memperkuat struktur, ia optimistis kerja politik PSI akan semakin maksimal. Karena kekuatan struktural jadi kunci utama keberhasilan partai.

"Insya Allah dengan kerja keras, kerja politik yang cermat, dan disiplin, saya yakin semua target yang telah dicanangkan akan terasa lebih mudah tercapai," kata Budi. 

Setelah mendapat SK definitif, DPW PSI NTB langsung merencanakan pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada akhir April.

Forum tersebut akan menjadi ruang konsolidasi sekaligus penyusunan arah kebijakan strategis partai di tingkat provinsi. Bukan hanya itu. Konsolidasi akan dilanjutkan dengan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di 10 kabupaten/kota se-NTB.

"Rakerda kami ditargetkan terlaksana pada bulan Juli. Agenda ini bertujuan menyelaraskan program kerja antara DPW dan DPD, sekaligus memperkuat kesiapan struktur partai hingga ke akar rumput," ujar mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa periode 2014-2019 itu. 

 

Editor : Marthadi
#PSI #ketua umum pdip megawati soekarnoputri #PDIP #PSI NTB #Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep #PDIP NTB