Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lombok Tengah Naikkan Status Darurat Bencana

L
Penulis: Lestari Dewi❯
Lalu Firman Wijaya
Lalu Firman Wijaya

LombokPost-Status kebencanaan di Lombok Tengah resmi naik menjadi Tanggap Darurat Bencana sejak Rabu (14/1). Keputusan tersebut diambil menyusul terjangan banjir di sejumlah titik pada pekan pertama Januari di Gumi Tatas Tuhu Trasna.


Advertisement

Melalui peningkatan status ini, seluruh perangkat pemerintahan dikerahkan. Pemkab Lombok Tengah memberikan lampu hijau penggunaan sumber daya daerah, termasuk pengerahan logistik dan personel secara masif ke lokasi terdampak.

Sekretaris Daerah Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya menegaskan, peningkatan status bertujuan memotong rantai birokrasi penanganan bencana. Pihaknya menjamin pemulihan wilayah terdampak harus berjalan secepat mungkin.

“Peningkatan status menjadi tanggap darurat ini agar penanganan dampak bencana lebih cepat. Jika stok logistik habis dan kondisi mendesak, pemerintah daerah dimungkinkan menggunakan pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT),” tegasnya, Selasa (20/1).

Advertisement

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah memberikan peringatan serius. BPBD memprediksi puncak musim penghujan 2026 menjadi yang paling ekstrem dalam lima tahun terakhir. Intensitas hujan tinggi diprediksi terus mengguyur hingga Maret 2026.

Wilayah Loteng bagian selatan menjadi atensi khusus karena diprediksi menerima curah hujan jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

“Kami ingatkan masyarakat untuk selalu waspada. Kondisi saluran sungai harus diperhatikan. Tolong jangan membuang sampah ke sungai karena pendangkalan dan penyempitan arus menjadi pemicu utama banjir saat hujan lebat turun,” imbau Kepala Pelaksana BPBD Loteng Ridwan Macruf.

Advertisement

Dengan status Tanggap Darurat yang berlaku hingga dua bulan ke depan, Pemkab Loteng menginstruksikan seluruh jajaran kecamatan hingga desa memetakan kembali wilayah langganan banjir.

Mitigasi bencana menjadi prioritas utama guna meminimalkan kerugian materiil maupun korban jiwa di tengah cuaca ekstrem yang mengepung Pulau Lombok.

“Seluruh jajaran OPD terkait diinstruksikan untuk tetap siaga 24 jam, guna mengantisipasi bencana susulan yang bisa datang kapan saja di tengah cuaca ekstrem yang melanda,” tutup dia.

 

Advertisement
Editor : Jelo J
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

 Tiga UMKM Asal Loteng Sabet Penghargaan Pemuda Pelopor Desa NTB 2026

Tiga UMKM Asal Loteng Sabet Penghargaan Pemuda Pelopor Desa NTB 2026

Tiga UMKM binaan ITDC dari Lombok Tengah sukses menyabet penghargaan dalam ajang Pemuda Pelopor Desa Tingkat Provinsi NTB 2026

Pacu Semangat Belajar Siswa, SDN 1 Batujai Sulap Sudut Sekolah Jadi Kantin Literasi

Pacu Semangat Belajar Siswa, SDN 1 Batujai Sulap Sudut Sekolah Jadi Kantin Literasi

Dengan menghadirkan dua meja ala kafe dan dua gazebo baca, SDN 1 Batujai sukses menciptakan ruang belajar interaktif bagi siswa

Dubes Australia Tinjau Pelaksanaan Program INOVASI di Lombok Tengah

Dubes Australia Tinjau Pelaksanaan Program INOVASI di Lombok Tengah

Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier mengunjungi SDN 1 Batujai, Lombok Tengah. Kunjungan ini untuk meninjau program INOVASI

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer