Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sewa Lahan Mahal Hambat Dapur MBG di Mandalika

L
Penulis: Lestari Dewi❯
Lalu Muliawan (Dewi/Lombok Post)
Lalu Muliawan (Dewi/Lombok Post)

Advertisement

 

LombokPost-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Mandalika belum merata. Sejumlah sekolah di lingkar sirkuit terkendala ketersediaan lahan untuk dapur produksi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pemilik lahan di kawasan strategis Mandalika lebih memilih menyewakan aset untuk homestay, ruko, atau unit usaha penunjang pariwisata. Nilai ekonomi sektor properti wisata yang tinggi membuat dapur MBG sebagai layanan publik terpinggirkan.

Advertisement

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Lombok Tengah Lalu Muliawan mengakui pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengintervensi lahan milik warga. Saat ini, pemkab hanya menunggu mitra pemodal atau pihak swasta yang bersedia membangun fasilitas dapur tersebut.

“Kami tidak bisa intervensi (lahan pribadi). Sekarang posisi pemerintah daerah adalah menunggu mitra sebagai pemodal atau pihak swasta yang mau membangun dapur MBG di sana,” ujar Muliawan, Minggu (12/4).

Advertisement

Muliawan tidak menampik masih ada sekolah di wilayah Mandalika yang belum tersentuh paket MBG. Kondisi ini ironis karena di beberapa titik lain justru banyak dapur MBG dikabarkan tutup sementara. Diduga, mahalnya biaya operasional terutama sewa tempat menjadi kendala utama program ini di wilayah premium.

“Memang ada laporan soal itu (sekolah belum dapat paket). Namun, kami akan mengecek kembali ke lapangan untuk memastikan apakah benar dapur MBG benar-benar belum hadir sama sekali di Mandalika atau ada kendala lain,” tambahnya.

Selain harga sewa lahan, jarak antara dapur produksi dan sekolah penerima juga menjadi pertimbangan. Jika dapur dibangun terlalu jauh demi menekan biaya sewa, kualitas dan ketepatan waktu distribusi makanan dikhawatirkan terganggu.

Kini, nasib pelajar di lingkar Mandalika bergantung pada kondisi tersebut. Di tengah geliat pariwisata, pemenuhan gizi siswa masih menghadapi kendala komersialisasi lahan.

“Kami segera mencarikan solusi inovatif, agar program nasional ini tidak sekadar menjadi wacana di tengah megahnya sirkuit kelas dunia,” tutup dia.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pajak MotoGP Berpotensi Tembus Rp 4 Miliar

Pajak MotoGP Berpotensi Tembus Rp 4 Miliar

Pemkab Lombok Tengah mengubah dan menaikkan target pemasukan pajak hiburan dari ajang MotoGP Mandalika 2026 seiring meningkatnya penonton

Soal Kepastian Perpanjangan Kontrak PPPK Paro Waktu, Lombok Tengah Pilih Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Kepastian Perpanjangan Kontrak PPPK Paro Waktu, Lombok Tengah Pilih Tunggu Kebijakan Pusat

Pemkab Lombok Tengah menanti regulasi dan petunjuk teknis resmi dari pusat mengenai kepastian perpanjangan kontrak PPPK paro waktu

Mandalika Bakal Punya Kawasan Ibadah Lintas Agama

Mandalika Bakal Punya Kawasan Ibadah Lintas Agama

Pemkab Lombok Tengah mengusulkan pembangunan kawasan tempat ibadah terpadu bagi semua pemeluk agama di KEK Mandalika.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer