Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dapur MBG di Lombok Tengah Ini Gunakan IPAL Standar ISO

L
Penulis: Lestari Dewi❯
Yayasan Budi Sain Mangkling pastikan sistem IPAL pada unit dapur MBG yang dikelola memiliki sertifikasi ISO di SPPG Gunung Kedul, Desa Mekar Bersatu, Batukliang, Lombok Tengah, Jumat (17/4). (Dewi/Lombok Post)
Yayasan Budi Sain Mangkling pastikan sistem IPAL pada unit dapur MBG yang dikelola memiliki sertifikasi ISO di SPPG Gunung Kedul, Desa Mekar Bersatu, Batukliang, Lombok Tengah, Jumat (17/4). (Dewi/Lombok Post)

Advertisement

 

LombokPost-Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah mulai dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berstandar ISO. Langkah ini dilakukan untuk memastikan limbah sisa produksi terkelola sesuai standar kesehatan dan lingkungan.

Melalui Yayasan Budi Sain Mangkling Haeruddin, pemasangan IPAL menjadi bagian dari komitmen menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memenuhi regulasi pemerintah. Tiga tangki berkapasitas masing-masing 1.000 liter disiapkan sesuai spesifikasi Kementerian PUPR RI.

Advertisement

Ketua Yayasan Budi Sain Mangkling Haeruddin mengatakan, pemasangan IPAL bukan sekadar pemenuhan sarana, tetapi bentuk kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

“Apa yang kami pasang ini, ISO 9001, ISO 14001 dan ISO 45001 sudah sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN). Seluruh dapur memang diwajibkan memiliki IPAL ber-ISO,” ujarnya kepada wartawan, di SPPG Gunung Kedul, Desa Mekar Bersatu, Batukliang, Lombok Tengah, Jumat (17/4).

Advertisement

Ia menjelaskan, pemasangan IPAL menjadi langkah awal dalam standarisasi sarana dan prasarana dapur. Pihak yayasan berkomitmen menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat untuk menjaga kualitas layanan dan keamanan lingkungan.

Dalam pengadaannya, yayasan menggandeng BIOVISI Group sebagai penyedia teknologi pengolahan limbah. Direktur BIOVISI Group sekaligus Founder Biovisi Apung Awang Arfiansyah mengatakan, teknologi yang digunakan dirancang untuk mendukung program pemerintah sesuai standar teknis.

“Kami berupaya memberikan yang terbaik agar hasil output-nya maksimal, terutama dalam mengolah limbah minyak yang dihasilkan dari sisa-sisa makanan operasional MBG,” ungkap Awang.

Ia juga mengapresiasi langkah yayasan yang dinilai transparan dalam mengedukasi masyarakat dan media terkait pentingnya IPAL. Sinergi ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan dapur umum yang bersih dan ramah lingkungan. 

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pacu Semangat Belajar Siswa, SDN 1 Batujai Sulap Sudut Sekolah Jadi Kantin Literasi

Pacu Semangat Belajar Siswa, SDN 1 Batujai Sulap Sudut Sekolah Jadi Kantin Literasi

Dengan menghadirkan dua meja ala kafe dan dua gazebo baca, SDN 1 Batujai sukses menciptakan ruang belajar interaktif bagi siswa

Dubes Australia Tinjau Pelaksanaan Program INOVASI di Lombok Tengah

Dubes Australia Tinjau Pelaksanaan Program INOVASI di Lombok Tengah

Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier mengunjungi SDN 1 Batujai, Lombok Tengah. Kunjungan ini untuk meninjau program INOVASI

VCO Bongak Padukan Pemberdayaan Masyarakat dan Kelestarian Alam

VCO Bongak Padukan Pemberdayaan Masyarakat dan Kelestarian Alam

Aroma khas kelapa menyeruak di ruang produksi Virgin Coconut Oil (VCO) di Dusun Bongak, Desa Tumpak, Lombok Tengah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer