
LombokPost-Transformasi digital di wilayah pelosok Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan lagi sekadar wacana. Melalui program Kampung Internet 2025, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai mengubah wajah ekonomi dan pendidikan di tingkat desa.
Dua lokasi yang menjadi barometer keberhasilan program ini adalah Desa Setanggor, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) dan Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Lombok Timur (Lotim). Sejak digulirkan pada September 2025, akses internet gratis yang ditanggung pemerintah selama setahun ini memicu geliat ekonomi masyarakat.
“Setelah kami meninjau langsung, geliat masyarakat di dua desa ini meningkat luar biasa,” ujar Staf Khusus Menkomdigi Alfreno Kautsar Ramadhan, saat memaparkan hasil kunjungan di Desa Jeruk Manis kepada wartawan, Rabu (22/4).
Alfreno mengatakan, sejak sinyal internet stabil masuk ke Desa Setanggor, omzet pelaku UMKM melonjak hingga melampaui 100 persen.
Selain itu, sektor pendidikan juga mengalami perkembangan. Digitalisasi sekolah mulai berjalan dengan penggunaan smartboard dan pembelajaran Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) yang kini lebih lancar.
Pemandangan serupa terlihat di Desa Jeruk Manis. Desa wisata tersebut semakin dikenal luas melalui media sosial.
“Masyarakat kini lebih mudah mempromosikan potensi wisata desa. Dampaknya nyata, banyak turis mancanegara yang datang berkunjung ke warung warga hingga menginap di homestay yang dikelola penduduk lokal,” katanya.
Program Kampung Internet dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah potensial. Pemerintah memberikan insentif kepada penyedia layanan internet (ISP) untuk membangun jaringan di daerah pelosok.
Tujuannya, agar setelah masa insentif berakhir, ekosistem ekonomi digital masyarakat dapat terbentuk secara mandiri.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




