
LombokPost - Kondisi dua fasilitas publik di jantung Kota Praya, Lombok Tengah (Loteng), memprihatinkan. Taman Biao dan Ruang Terbuka Publik Ramah Anak (RTPRA) Biao di persimpangan Jalan Pejanggik, Kelurahan Semayan, terkesan telantar tanpa perawatan pemerintah daerah.
Pantauan Lombok Post di lokasi, Taman Biao terlihat kusam dan tidak terurus. Fasilitas di area taman rusak dan sebagian tidak terawatt.
Kondisi serupa terlihat di di RTPRA Biao yang berada dalam satu kawasan. Padahal, fasilitas itu baru diresmikan sekitar setahun lalu. Namun, sejumlah fasilitas permainan, olahraga, dan ramah anak di lokasi sudah mengalami kerusakan.
Tak hanya itu, pagar pembatas berupa spandek yang dijadikan tembok taman terpantau sudah banyak copot dan bolong. Fasilitas penunjang seperti musala dan kamar mandi umum di dalam area RTPRA juga tampak kotor dan kurang layak digunakan pengunjung.
Kawasan itu kini terlihat kurang terawat di tengah kota. “Kami sebagai warga berharap dinas terkait segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum seluruh fasilitas,” ucap Sahabuddin, seorang warga di sekitar RTPRA Biao, Minggu (5/7).
Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Loteng Muhammad Supriaddin membenarkan kondisi kerusakan fasilitas publik tersebut.
Pria yang akrab disapa Sopo ini menjelaskan, Taman Biao memang belum memiliki perencanaan penataan ulang. Hal itu disebabkan status lahan sebagai aset Pemprov NTB serta adanya rencana megaproyek jalan.
“Aset ini milik provinsi. Alasan belum diperbaiki karena ada rencana pembangunan jalur dua dari Kopang menuju Praya yang desain jalurnya akan mengenai Taman Biao. Saat ini kami masih menunggu kepastian rencana jalan,” kata Sopo.
Disperkim memastikan tidak akan lepas tangan untuk kawasan RTPRA Biao. Pihaknya mengaku segera menganggarkan dana sekitar Rp 200 juta pada APBD Perubahan untuk perbaikan fasilitas. Terutama pembuatan tembok permanen di sekeliling taman demi keamanan pengunjung.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




