Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

The Dudas-1 Puji Pesatnya Wisata Mandalika

L
Penulis: Lestari Dewi❯
Grup The Dudas-1 berfoto bersama para pemain drama tari Legenda Putri Mandalika dalam kegiatan Mandalika Art & Culture Performance (MACP) di Bazaar Mandalika, Kuta, Pujut, Loteng, Sabtu (22/8).
Grup The Dudas-1 berfoto bersama para pemain drama tari Legenda Putri Mandalika dalam kegiatan Mandalika Art & Culture Performance (MACP) di Bazaar Mandalika, Kuta, Pujut, Loteng, Sabtu (22/8).

Advertisement

 

LombokPost - Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang kian pesat menuai pujian dari geng selebritas papan atas, The Dudas-1. Kehadiran Raffi Ahmad, Nazril Irham (Ariel NOAH), Gading Marten, dan Deddy Mahendra Desta (Desta) dalam gelaran Mandalika Art & Culture Performance (MACP) di Bazaar Mandalika, Sabtu (22/8), makin menyemarakkan promosi pariwisata Lombok.

Para personel The Dudas-1 mengaku takjub melihat lompatan kemajuan The Mandalika. Tak hanya dari segi infrastruktur event, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat serta atraksi seni budaya lokalnya.

Advertisement

“Saya sendiri memberikan apresiasi karena beberapa waktu lalu saya sudah ke Sade Social Space ini dan ikut pembukaan. Ternyata sekarang berkembang pesat,” puji Raffi Ahmad.

Senada dengan Raffi, Desta turut menyoroti daya tarik Lombok yang kian memikat mata dunia dan menggaet investasi besar kelas internasional.

Advertisement

“Kalau dengar berita soal Rafael Nadal mau buka academy di sini itu luar biasa. Apalagi kita beberapa kali sudah ke Mandalika dan perkembangannya terus meningkat, pesat banget,” ungkap Desta.

Dalam agenda itu, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyuguhkan Drama Tari Legenda Putri Mandalika yang dibawakan sanggar seni SakSak Dance. Pertunjukan perpaduan drama, tari, dan musik ini menjadi bagian dari komitmen ITDC bersama Taman Budaya NTB untuk memperkuat identitas budaya lokal.

Plt Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar menegaskan bahwa budaya Lombok adalah bagian dari DNA The Mandalika. Ajang balap internasional memang menjadi penggerak utama kunjungan. Namun, ekosistem budaya, alam, dan kuliner adalah alasan utama wisatawan untuk tinggal lebih lama.

Sementara itu, Kepala Taman Budaya Provinsi NTB Lalu Suryadi Mulawarman menilai pementasan legenda lokal yang melibatkan masyarakat sekitar adalah langkah nyata agar warisan tradisi Sasak tetap hidup, relevan, dan terus diwariskan di tengah pesatnya industri pariwisata. 

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

UMKM NTB Bersiap Panen Cuan di MotoGP Mandalika, Penjualan Tiket Sudah Capai 50 Persen

UMKM NTB Bersiap Panen Cuan di MotoGP Mandalika, Penjualan Tiket Sudah Capai 50 Persen

Ajang balap dunia MotoGP Mandalika 2026 diyakini bakal menjadi panggung emas bagi para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif

TANPA BATAS USIA! Cek Posisi Lowongan 2.500 Volunteer MotoGP Mandalika 2026

TANPA BATAS USIA! Cek Posisi Lowongan 2.500 Volunteer MotoGP Mandalika 2026

Sebanyak 2.500 tenaga sukarela (volunteer) dibutuhkan untuk mendukung operasional event internasional MotoGP Mandalika 2026

HUT RI di Mandalika, ITDC Hapus Kesan Eksklusif

HUT RI di Mandalika, ITDC Hapus Kesan Eksklusif

Upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Sirkuit Internasional Mandalika berlangsung semarak, khidmat, penuh kehangatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer