Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satgas MBG Loteng Minta Masyarakat Ikut Pantau Operasional SPPG

L
Penulis: Lestari Dewi❯
Lalu Firman Wijaya
Lalu Firman Wijaya

Advertisement

 

LombokPost – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program strategis nasional dinilai memiliki tujuan yang sangat baik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Namun, sejumlah kejadian dugaan keracunan makanan hingga temuan makanan berulat dalam pelaksanaan program tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk terus melakukan evaluasi, pengawasan, dan monitoring.

Advertisement

Ketua Satuan tuga (Satgas) pengawas MBG Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya menyampaikan, berbagai kejadian yang muncul belakangan ini harus menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Program makanan bergizi gratis yang menjadi program strategis nasional ini bagi kami sangat baik, karena dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Firman, Selasa (15/9). 

Advertisement

Menurutnya, kejadian keracunan yang terjadi di sejumlah daerah tidak semestinya menghilangkan tujuan utama dari program tersebut. Justru, kejadian itu harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan dan keamanan pangan.

“Apa yang terjadi di beberapa kejadian, baik keracunan, itu tentunya menjadi catatan yang amat sangat penting bagi pemerintah untuk terus melakukan perbaikan dan terus melakukan pengawasan dan monitoring agar hal buruk yang telah terjadi itu tidak terulang kembali,” katanya.

Ia juga mengimbau dan meminta seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan dalam program MBG agar lebih memperhatikan kualitas serta keamanan pangan sebelum makanan diberikan kepada penerima manfaat.

“Kami berharap kepada seluruh pengelola SPPG selaku penyedia MBG harus memperhatikan kualitas dan keamanan pangan agar hal buruk yang terjadi belakangan ini tidak terulang kembali,” tegasnya.

Terkait adanya isu atau dorongan dari sebagian pihak agar program MBG dihentikan akibat sejumlah kasus yang terjadi, ia menilai program tersebut tetap harus dilanjutkan karena memiliki tujuan yang baik.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Guru SDN Beber Tolak MBG, Dituding Jadi Penyebab Keracunan Siswa

Guru SDN Beber Tolak MBG, Dituding Jadi Penyebab Keracunan Siswa

Pihak sekolah membantah keras tuduhan yang menyudutkan para guru sebagai dalang di balik insiden keracunan menu MBG ratusan siswa

Lempar Handuk, Pemilik SPPG Tuding Keterlambatan Sekolah dan Anak Tak Sarapan Picu Keracunan MBG

Lempar Handuk, Pemilik SPPG Tuding Keterlambatan Sekolah dan Anak Tak Sarapan Picu Keracunan MBG

Keracunan menu MBG, pihak Yayasan menuding keterlambatan pembagian di sekolah serta kondisi perut kosong siswa sebagai pemicu utama.

Sampai Kapan MBG Memakan Korban? Diduga Keracunan, 352 Siswa di Loteng Dilarikan ke Puskesmas

Sampai Kapan MBG Memakan Korban? Diduga Keracunan, 352 Siswa di Loteng Dilarikan ke Puskesmas

Dugaan keracunan akibat MBG meluas. Jumat (11/9), 352 siswa dari berbagai sekolah di Lombok Tengah dilarikan ke fasilitas kesehatan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer