
LombokPost – Usai resmi memegang kewenangan pengelolaan Ponpes Abul Barakat Wannafahat NWDI Bunkate, Jonggat, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi langsung menyiapkan langkah tegas pembenahan internal. Salah satu fokus utamanya adalah memperketat pola interaksi di lingkungan pondok.
TGB menegaskan, pembenahan tata kelola interaksi antara pengasuh dan para santri, khususnya yang berlawanan jenis, menjadi hal mendesak untuk menutup celah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca Juga: Abah Tak Hadiri Pemeriksaan Dugaan Pelecehan Santri, Pengacara Sebut Kesehatan Klien Menurun
“Di ponpes harus menerapkan adab Islam dan melarang interaksi yang tidak baik. Ruang-ruang yang memungkinkan itu terjadi harus dihilangkan,” tegas TGB saat mendatangi ponpes, Jumat (25/9).
Langkah evaluasi ini diambil untuk mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi 800 santriawan dan santriwati yang tengah menuntut ilmu, sekaligus memulihkan kepercayaan wali santri.
Baca Juga: Pimpinan Ponpes Tersangkut Hukum, TGB Ambil Alih Kepengurusan Abul Barakat di Lombok Tengah
“Kita jadikan ponpes ini ramah, nyaman, dan berkualitas bagi anak-anak. Fokus kita memastikan proses belajar tetap lancar dan mengembalikan prestasi ponpes seperti semula,” pungkasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




