
LombokPost - Rencana Pemkab Lombok Tengah (Loteng) membangun kompleks rumah ibadah lintas agama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mendapat sambutan hangat.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Loteng menilai langkah ini sebagai wujud nyata toleransi sekaligus jawaban atas kebutuhan wisatawan mancanegara maupun domestik.
Ketua FKUB Loteng TGH Lalu Mala Sari mengungkapkan, koordinasi intensif telah dilakukan bersama pemkab, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga tokoh-tokoh dari enam agama resmi yang diakui negara.
“Pertemuan untuk menggali potensi dan menyamakan persepsi terkait penyediaan sarana pariwisata berbasis kerukunan umat beragama,” ujar TGH Mala Sari, Minggu (25/10).
Ia menegaskan, pemberian ruang bagi seluruh pemeluk agama merupakan amanah undang-undang yang harus dijalankan. Terlebih, KEK Mandalika kini menjadi magnet pariwisata dunia yang disinggahi pengunjung dari berbagai latar belakang budaya dan keyakinan.
“Negara memberikan ruang yang sama bagi seluruh umat beragama. Terlebih lokasinya terpusat dalam satu tempat di kompleks Mandalika,” tambahnya.
Terkait skema pembangunan, TGH Mala meluruskan bahwa proyek enam rumah ibadah ini sama sekali tidak menyedot dana APBD maupun APBN.
Seluruh proses konstruksi akan ditanggung oleh masing-masing pemeluk agama, sementara pemkab berperan aktif memfasilitasi komunikasi dengan pihak pengelola kawasan.
“Pemkab bertindak sebagai jembatan yang memfasilitasi umat dengan ITDC (InJourney Tourism Development Corporation) agar penyediaan lahannya dapat terealisasi,” tegas TGH Mala Sari.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




