Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banjir Lumpur Mengintai Kuta Mandalika

L
Penulis: Lestari Dewi❯
LANGGANAN: Alat berat excavator mengangkat lumpur yang terbawa air hujan dan memenuhi saluran drainase di sekitar perbukitan Mandalika, Desa Kuta, Pujut, Lombok Tengah, tahun lalu. (Dewi/Lombok Post)
LANGGANAN: Alat berat excavator mengangkat lumpur yang terbawa air hujan dan memenuhi saluran drainase di sekitar perbukitan Mandalika, Desa Kuta, Pujut, Lombok Tengah, tahun lalu. (Dewi/Lombok Post)

Advertisement

 

LombokPost - Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah (Loteng) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Berdasarkan pemetaan wilayah, ancaman seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung menjadi perhatian utama.

Plt Pelaksana BPBD Loteng Zaenal Mustakim menyatakan, pihaknya telah merancang langkah antisipasi menyeluruh demi meminimalkan dampak bencana di Gumi Tastura.

Advertisement

“Kami sudah melakukan pemetaan awal untuk mengidentifikasi kawasan-kawasan rawan bencana. Selain itu, personel dan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai disiapkan,” ujar Zaenal kepada wartawan, Selasa (3/11).

Wilayah Loteng bagian selatan mendapat perhatian intensif. Kawasan ini kerap dilanda banjir yang disertai lumpur, salah satunya yang menerjang permukiman warga di Desa Kuta, Pujut.

Advertisement

Guna mencegah terulangnya banjir lumpur di Desa Kuta dan sekitarnya, BPBD Loteng menjalin koordinasi erat dengan pemerintah desa setempat untuk menggalakkan aksi gotong royong pembersihan saluran drainase.

Langkah ini diambil karena tingginya sedimentasi di saluran irigasi kerap memicu air meluap ke permukiman saat intensitas hujan meningkat.

“Dalam waktu dekat aksi gotong royong dan pembersihan saluran ini akan segera kami laksanakan bersama masyarakat,” tegasnya.

Zaenal juga menyoroti permasalahan sampah yang selalu mengekor saat hujan lebat turun. Ia menyayangkan masih tingginya kebiasaan sebagian warga yang membuang sampah sembarangan ke saluran irigasi maupun aliran sungai.

“Tingkat kesadaran masyarakat menjaga lingkungan harus terus ditingkatkan. Sampah yang menyumbat aliran air menjadi salah satu pemicu utama banjir meluap ke jalan dan rumah warga,” pungkasnya. 

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Cegah Banjir Lumpur, Irigasi Mandalika Mulai Dibenahi

Cegah Banjir Lumpur, Irigasi Mandalika Mulai Dibenahi

ITDC menggandeng BWS Nusa Tenggara I untuk memelihara dan memperbaiki saluran irigasi pengendali banjir di KEK Mandalika

Antisipasi Ancaman Penyakit di Musim Hujan, Begini Imbauan Dinkes Lombok Tengah

Antisipasi Ancaman Penyakit di Musim Hujan, Begini Imbauan Dinkes Lombok Tengah

Dinkes Loteng menekankan pentingnya langkah pencegahan dini agar tidak terjadi lonjakan kasus penyakit dan KLB di musim penghujan

Polresta Lombok Tengah Cegah Karhutla di Mandalika

Polresta Lombok Tengah Cegah Karhutla di Mandalika

Polisi turun langsung mengedukasi warga desa di sekitar KEK Mandalika untuk meningkatkan kewaspadaan jelang dan selama puncak musim kemarau

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer