LOMBOKPOST-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah (Loteng) masih lakukan pencarian Lalu Wisnu Aditya yang hilang di Pantai Lancing pada Rabu (17/4) lalu. Meskipun Basarnas Mataram menyatakan pencarian dokter muda itu telah dihentikan, setelah pencarian selama tujuh hari tidak ditemukan
"Benar Basarnas sudah hentikan pencarian karena SOP-nya dia maksimal hanya tujuh hari. Ini sudah ditandatangani pihak keluarga, termasuk kami BPBD dan saksi-saksi," ucap Kepala Pelaksana BPBD Loteng Ridwan Ma'ruf pada wartawan, Jumat (26/4).
Meski dihentikan, namun untuk BPBD Loteng masih lanjut lakukan pencarian sebagai bentuk rasa peduli dan tanggung jawab pemerintah daerah kepada keluarga korban. "Bagaimana nanti hasil komunikasinya dengan keluarga, mungkin nanti ya. Kita upayakan lanjut pencarian," terangnya.
Pada hari kesepuluh ini, kata dia, BPBD Loteng masih memasang sejumlah tenda di pesisir pantai lokasi kejadian. Penyebaran titik pencarian pun sudah tak terhitung termasuk banyak pihak yang dilibatkan. "Semua kita susuri bahkan hingga ke Buwun Mas di Sekotong, Lobar dan kawasan pantai di Lombok Timur," ucap mantan Camat Praya ini.
Sementara itu, Basarnas Mataram telah menghentikan pencarian terhadap korban setelah hasil pencarian nihil selama tujuh hari. Pihak keluarga pun telah memahami SOP yang telah ditentukan pemerintah dalam melakukan pencarian korban yang hilang.
"Namun pihak keluarga akan terus melakukan pencarian terhadap korban sampai batas yang belum bisa ditentukan," kata Kepala Kantor SAR Mataram Lalu Wahyu.
Pencarian terhadap korban yang hilang dihantam ombak telah dilakukan sejak tanggal 17-23 April lalu. Pencarian terhadap korban telah diperluas, baik di sekitar lokasi kejadian maupun di sepanjang pantai wilayah Gumi Tatas Tuhu Trasna. "Namun, tanda-tanda korban ditemukan tidak ada," imbuhnya.
Berdasarkan hasil koordinasi Tim SAR gabungan dan persetujuan pihak keluarga, maka operasi SAR ditutup. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan dan apabila ada tanda-tanda keberadaan korban akan dibuka kembali. "Dengan dihentikan pencarian itu, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke tempat masing-masing," tutup dia. (ewi)
Editor : Redaksi Lombok Post