LombokPost-Sebanyak 15 orang kru Kapal Induk Charles de Gaulle (R91) atau Kapal Perang Perancis dari berbagai divisi berkunjung ke Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah (Loteng), Jumat (31/1).
Tidak hanya melihat keindahan sirkuit namun menjajal berbagai kegiatan di sana.
Direktur Utama (Dirut) Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria mengatakan, selaku pengelola Sirkuit Mandalika sangat senang dan bangga dengan kehadiran kru Kapal Induk Charles de Gaulle (R91).
“Tentunya kehadiran mereka akan menjadi pembicaraan dengan berbagai kru lainnya dengan harapan akan semakin banyak orang asing yang mengetahui mengenai Sirkuit Mandalika, Lombok NTB serta Indonesia,” katanya yang dikonfirmasi.
Adapun kegiatan para kru kapal selama di sirkuit, kata dia, secara bergantian mencoba berbagai kegiatan seperti track-experience, lampaq, drifting hingga track-day di dalam sirkuit.
Beberapa kru bahkan mencoba mengendari Krida Toyota Agya Arrive and Drive, Mandiri Agya Arrive and Drive dan juga mencoba Pertamina Safety Car.
Manager Motorsport Denny Pribadi menambahkan, kehadiran mereka sekaligus turut mempromosikan sirkuit dan Lombok, NTB, Indonesia sehingga lebih dikenal dunia.
Melalui kehadiran para kru kapal yang menggunggah berbagai kegiatan selama di sirkuit ke laman media sosial secara langsung turut mempromosikan destinasi wisata motorsport ini.
“Sirkui ini adalah milik Indonesia yang harus terus menerus kita besarkan dan glorifikasi demi Indonesia,” tutup dia.
Sebelumnya, Kepala Staf Korem 162 Wira Bhakti Kolonel Inf Wirawan Eko Prasetyo bersama Sekda NTB Lalu Gita Aryadi, menyambut kedatangan kapal perang asing (KPA) Perancis Charles de Gaulle tersebut.
Eko mengatakan, kapal perang canggih Angkatan Laut Perancis itu tiba di Pelabuhan Gili Mas, Lobar sebagai kunjungan rutin.
Salah satu kapal perang terbesar dan termodern di dunia itu membawa lebih dari 1.780 awak kapal.
“Kapal canggih ini memiliki panjang 262 meter dan dilengkapi dengan berbagai persenjataan canggih serta sejumlah pesawat tempur,” tukasnya. (ewi/r4)
Editor : Kimda Farida