Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 Wita, setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah itu cukup lama dan disertai petir.
Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin menjelaskan peningkatan debit air akibat hujan sejak sore hingga malam hari menyebabkan aliran air meluap dan menggenangi permukiman warga.
“Hujan yang terjadi cukup lama menyebabkan debit air meningkat dan merendam permukiman di Praya Barat Daya. Kami mengimbau warga tetap waspada karena saat ini musim hujan di NTB sudah memasuki puncaknya,” tegas Sadimin.
Hingga Selasa malam, jumlah warga terdampak serta kerugian material masih dalam proses pendataan. Kondisi di lapangan dilaporkan masih tergenang air.
Untuk penanganan, BPBD NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Tengah serta sejumlah stakeholder terkait.
Tim BPBD Lombok Tengah saat ini sedang menuju lokasi terdampak guna melakukan assessment dan penanganan awal.
Penanganan banjir melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Lombok Tengah, TNI/Polri, aparatur desa dan kecamatan, serta masyarakat setempat. Kebutuhan mendesak warga terdampak juga masih dalam proses pendataan.
Sadimin mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kebersihan lingkungan dan memastikan aliran air tidak tersumbat.
“Waspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas kami,” ujarnya.
BPBD NTB memastikan terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau warga untuk mengikuti arahan petugas di lapangan guna meminimalkan risiko bencana lanjutan.
Editor : Marthadi