LombokPost-Pemkab Lombok Tengah memastikan perayaan Lebaran Topat tahun ini dipusatkan di kawasan Bencingah Agung. Gedung baru di sebelah timur kantor Bupati itu sekaligus akan diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya menyampaikan, pemusatan kegiatan di lokasi tersebut menjadi bagian syukuran atas rampungnya pembangunan gedung yang menelan anggaran lebih dari Rp 20,8 miliar.
“InsyaAllah kita akan mengadakan perayaan Lebaran Topat di Bencingah Agung,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (25/3).
Perayaan akan dikemas sederhana namun tetap khidmat. Rangkaian kegiatan meliputi tausiah, pengajian, doa bersama, santunan anak yatim piatu, hingga makan bersama hidangan khas Lebaran Topat.
“Kita buat suasana yang sederhana saja, tetapi religius dan penuh khidmat,” tambahnya.
Meski dipusatkan di satu lokasi, tradisi Lebaran Topat diperkirakan tetap berlangsung di berbagai destinasi wisata di Lombok Tengah. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat merayakan secara tertib dan menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.
“Imbauan tersebut telah disampaikan Bupati melalui surat edaran terkait pelaksanaan wisata Lebaran Topat agar tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Lombok Tengah Iqbal Prayadi Saputra menjelaskan, pembangunan fisik gedung telah rampung sejak Desember 2025. Namun, penataan lanskap di sekitar bangunan masih dalam tahap penyempurnaan.
“Kondisi bangunan sudah siap digunakan. Untuk perayaan Lebaran Topat tidak ada kendala karena format kegiatan lebih banyak dilakukan di ruang terbuka,” katanya.
Selain menjadi pusat perayaan Lebaran Topat, Bencingah Agung juga direncanakan menjadi lokasi utama Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Provinsi NTB tahun ini. Kehadiran gedung tersebut diharapkan menjadi ikon baru pusat kegiatan masyarakat sekaligus ruang publik representatif di ibu kota kabupaten.
Terpisah, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengeluarkan imbauan terkait penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama libur Lebaran 2026.
Sebagai langkah antisipasi meningkatnya kunjungan wisatawan selama periode libur panjang, pemerintah daerah ingin memastikan aktivitas pariwisata tetap tertib sekaligus menjaga citra positif destinasi wisata di daerah ini.
Bupati menekankan pentingnya pengendalian jumlah pengunjung sesuai daya tampung destinasi. Pengelola diminta mengatur arus keluar-masuk wisatawan guna mencegah kepadatan berlebih, terutama di lokasi favorit seperti pantai, air terjun, dan kolam renang.
“Selain itu, pengawasan di titik rawan juga harus diperketat. Pengelola, kami minta menempatkan petugas serta menyediakan rambu peringatan yang jelas demi mengantisipasi potensi risiko keselamatan,” katanya.
Kemudian, kebersihan menjadi perhatian utama. Pengelola diminta menyediakan tempat sampah memadai, menambah petugas kebersihan selama masa libur, serta mengajak wisatawan menjaga lingkungan. Informasi terkait tarif, jam operasional, dan aturan di lokasi wisata harus disampaikan secara terbuka dan mudah diakses.
“Di sisi lain, penetapan tarif diminta tetap wajar dan transparan. Praktik pungutan liar di luar ketentuan tidak boleh terjadi,” tegasnya.
Pemda juga mengimbau pengelola memantau kondisi cuaca dan lingkungan serta melakukan penyesuaian operasional, termasuk penutupan sementara destinasi jika diperlukan demi keselamatan pengunjung.
Masyarakat dan wisatawan dapat memanfaatkan layanan darurat terpadu melalui Call Center 112 yang beroperasi selama 24 jam secara gratis untuk layanan medis, kebakaran, dan kebencanaan.
“Imbauan ini diharapkan menjadi perhatian bersama dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” tegas bupati.
Editor : Jelo Sangaji