LombokPost - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Jax mengalami insiden mati mesin saat berlayar di Selat Alas, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (13/12) pukul 19.37 Wita dari Kayangan menuju Poto Tano.
Hal tersebut mengakibatkan kapal mengapung sekitar dua jam di tengah laut, membuat para penumpang khawatir, panik dan gelisah.
Namun akhirnya kapal ferry berhasil ditarik kapal lainnya (KMP Surya Kayangan) dan para penumpang berhasil di evakuasi di Pelabuhan Poto Tano Sumbawa Barat dengan aman dan selamat.
Mendengar informasi ini, Ketua DPD Organda NTB Junaidi Kasum alias JK angkat bicara. Dia meminta agar Gubernur NTB bersama Kepala Dishub NTB agar segera mengambil langkah dan tindakan tegas terkait dengan keselamatan lalulintas laut ini. Sebab, kejadian seperti ini sudah dua kali terjadi.
Salah satunya, pemerintah segera menindak terhadap kapal-kapal tua yang sudah tidak laik layar, agar dihentikan dan tidak diperkenankan lagi beroperasi melayani pelayaran dari dan ke Kayangan-Poto Tano.
"Jangan sampai setelah ada insiden kapal tenggelam, baru semuanya pada sibuk dan mengambil tindakan. Ingat keselamatan jiwa penumpang itu harus diutamakan, oleh karena itu kapal-kapal yang sudah tua sebaiknya dihentikan operasionalnya," kata JK pada Lombok Post, Minggu (14/12).
Selain itu, JK meminta agar kepala Syahbandar Kayangan-Poto Tano tidak lepas tanggung jawab. Dimana syahbandar telah lalai mengawasi layaknya jalan atau tidaknya kapal.
"Layak tidaknya kapal berlayar ada di tangan kepala Syahbandar," tegasnya.
Menurutnya, Syahbandar adalah pejabat pemerintah di pelabuhan yang bertanggung jawab penuh atas keselamatan, keamanan, dan ketertiban operasional pelayaran serta kegiatan maritim.
Syahbandar juga bertindak sebagai "panglima" pelabuhan yang menerapkan peraturan perundang-undangan untuk memastikan semua aktivitas, mulai dari lalu lintas kapal hingga bongkar muat, berjalan aman dan sesuai standar.
Mereka adalah pejabat di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, memastikan fungsi vital kesyahbandaran terwujud.
"Namun dengan adanya insiden kapal mati mesin yang kedua kali ini, maka sebaiknya pihak Kementerian mencopot Kepala Syahbandar Kayangan-Poto Tano," tegas JK.
Editor : Siti Aeny Maryam