Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UGR Wisuda 206 Sarjana, Rektor Tekankan Integritas dan Ketangguhan Hadapi Era VUCA

H
Penulis: Hamdani Wathoni❯
BERI ARAHAN: Rektor Universitas Gunung Rinjani Dr. Basri Mulyani, SH., MH saat menyampaikan sambutan.
BERI ARAHAN: Rektor Universitas Gunung Rinjani Dr. Basri Mulyani, SH., MH saat menyampaikan sambutan.

Lombok Post - Universitas Gunung Rinjani (UGR) kembali mencatat tonggak penting dalam perjalanan akademiknya melalui pelaksanaan Wisuda Sarjana XXIV yang digelar di Ballroom Hotel Lombok Raya, Mataram, Sabtu (15/11).


Advertisement

Sebanyak 206 wisudawan dari enam fakultas dan tujuh program studi resmi dikukuhkan sebagai sarjana baru oleh Rektor UGR, Dr. Basri Mulyani, SH., MH.

Acara wisuda turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali–NTB atau pejabat yang mewakili, pengurus Yayasan Pendidikan Gunung Rinjani Lombok, Dewan Penyantun, Senat Akademik, para dosen, tenaga kependidikan, serta orang tua para wisudawan.

Dalam pidatonya, Rektor Basri membuka sambutannya dengan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang dinilainya sangat penting bagi keluarga besar UGR tersebut. Ia menegaskan bahwa gelar yang diraih para wisudawan bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Advertisement

Rektor Basri secara khusus menyoroti perjalanan panjang dan penuh perjuangan yang telah ditempuh para mahasiswa hingga mencapai hari wisuda. Banyak di antara mereka, ujarnya, yang menempuh pendidikan dengan keterbatasan finansial namun tetap bertahan dengan kerja keras, kedisiplinan, dan doa orang tua.

“Saya selalu ingatkan kepada para dosen: tidak boleh ada mahasiswa putus kuliah hanya karena ketidakmampuan finansial. Pada dasarnya tidak ada mahasiswa yang bodoh, kecuali mereka yang malas,” tegasnya.

Advertisement

Memasuki fase baru setelah wisuda, Rektor Basri mengingatkan bahwa para sarjana tidak lagi berada dalam lingkungan penuh privilege seperti ketika menjadi mahasiswa. Di dunia kerja, setiap keputusan dan tindakan memiliki konsekuensi nyata dan dapat berdampak luas.

Ia juga menekankan pentingnya karakter, integritas, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi era VUCA—Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity—yang ditandai oleh perubahan cepat dan ketidakpastian.

“Apa yang Anda pelajari hari ini bukanlah akhir, melainkan modal dasar untuk terus belajar sepanjang hayat,” ujarnya.

Di hadapan para wisudawan yang duduk dengan bangga mengenakan toga, Rektor Basri menyampaikan tujuh pesan penting sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah kampus. Di antaranya: tidak melupakan jasa para dosen, menjaga kerendahan hati, memperkuat jaringan pertemanan, menjunjung etika dan integritas, serta terus berkembang tanpa henti.

Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan sejati adalah ketika seseorang mampu berbagi dan memberi manfaat bagi sesama. Mengutip Jean-Paul Sartre, ia menegaskan bahwa masa depan seseorang ditentukan oleh pilihan dan tindakan yang ia ambil sepanjang hidupnya.

Tak lupa, Rektor Basri memberikan motivasi agar para wisudawan tidak mudah patah semangat ketika menemui kegagalan. “Failure is success in progress,” kutipnya dari Albert Einstein.

Mengakhiri pidatonya, ia kembali mengutip pesan Bung Karno tentang pentingnya bermimpi setinggi langit. Menurutnya, kegagalan sekalipun tetap akan menempatkan seseorang pada posisi yang lebih baik daripada mereka yang tak berani bermimpi.

Acara ditutup dengan pantun yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin. Suasana haru dan bangga terasa mengisi ballroom, menandai langkah baru 206 sarjana UGR dalam membangun masa depan mereka masing-masing.

“Selamat jalan, selamat berkarya, dan selamat membangun masa depan lebih baik,” tutup Rektor Basri.

Advertisement
Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemprov NTB dan Australia Tingkatkan Kerja Sama di Sektor Pendidikan hingga Pariwisata

Pemprov NTB dan Australia Tingkatkan Kerja Sama di Sektor Pendidikan hingga Pariwisata

Dubes Australia kunjungi NTB, bahas penguatan kerja sama pendidikan, pariwisata, dan peluang penerbangan langsung Lombok-Australia.

Pelepasan 114 Siswa ke Sekolah Rakyat, Tegaskan Pendidikan Jalan Putus Rantai Kemiskinan

Pelepasan 114 Siswa ke Sekolah Rakyat, Tegaskan Pendidikan Jalan Putus Rantai Kemiskinan

Sekolah Rakyat didirikan sebagai upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini ditujukan untuk anak-anak

Menjemput Asa di Balik Tembok LPKA Lombok Tengah, Saat Kesempatan Kedua Dimulai dari Ruang Kelas

Menjemput Asa di Balik Tembok LPKA Lombok Tengah, Saat Kesempatan Kedua Dimulai dari Ruang Kelas

Lewat bimbingan pengajar dan dukungan lembaga, mereka ditempa untuk meraih kesempatan kedua demi menyongsong masa depan yang lebih baik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer