Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPMD Lotim Tekan BUMDes Harus Untung

S
Penulis: Supardi/Bapak Qila❯

Hambali
Hambali


Advertisement

LombokPost - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Timur (Lotim) menekankan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serius mengelola dana BUMDes. Pengelolaan modal yang dialokasikan dari dana desa (DD) diharapkan mampu menghasilkan keuntungan bagi desa.

“Harus untung, tidak boleh buntung, kalau tidak untung bukan usaha namanya,” terang Kepala Dinas PMD Lotim Hambali, Jumat (6/3).

Hambali menegaskan, pengurus BUMDes harus betul-betul serius menjalankan usaha. Agar modal yang digelontorkan bisa berkembang. Untuk mengantisipasi permainan pengelola dana BUMDes, pihaknya akan berkoordinasi dengan inspektorat untuk melakukan pemeriksaan.

Advertisement

Bahkan pihaknya akan mengintegrasikan antara pemeriksaan di desa dengan BUMDes. Sehingga desa dan BUMDes bisa memberikan pemaparan rinci terkait penggunaan modal BUMDes.

“Besaran dana yang dialokasikan rata-rata Rp 200 juta, bahkan lebih tergantung besaran dana desa mereka. Pengelolaan dana itu ditetapkan melalui musyawarah desa,” jelasnya.

Kata dia, masing-masing BUMDes sudah memiliki target keuntungan. Mulai dari target bulanan, triwulan hingga target per tahun yang dituangkan dalam perencanaan. Bahkan estimasi keuntungan sudah terlihat. Berusaha tanpa perencanaan menurutnya sama artinya bohong.

Advertisement

Anggaran yang digunakan sebagai modal BUMDes disebut merupakan uang rakyat. Sehingga BUMDes ditekankan harus untung untuk menghidupkan ekonomi desa.

Sebagian besar BUMDes di Lotim saat ini sudah mulai beroperasi. Kendati belum bisa mendapatkan keuntungan besar. Kendala banyaknya BUMDes yang tidak beroperasi selama ini karena tidak adanya transparansi dari pengelola BUMDes dan kurangnya koordinasi antara pengurus dengan desa.

Terkait usaha yang akan dijalankan oleh BUMDes, Hambali menekankan agar BUMDes menghindari usaha simpan pinjam. Ia meyakini usaha itu tidak bisa berjalan lama meskipun memiliki modal besar.

“Kalau buat usaha simpan pinjam, satu tahun hilang sudah uang itu. Kita tidak rekomendasikan untuk usaha simpan pinjam,” jelasnya.

Pengelola BUMDes harus kreatif dan menggali potensi desa masing-masing untuk dikembangkan. Sehingga usaha BUMDes bisa dinikmati dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di desa.

Sebelumnya, Kades Kalijaga Timur Hiswaton menyampaikan BUMDes Kalijaga Timur sejak lama telah berjalan. Usaha yang dijalankan dari sektor pertanian dan peternakan.

“Kami harap hasil pertanian ini bisa diserap langsung dapur program Makan Bergizi Gratis, untuk meningkatkan perekonomian petani. (par/r7)

 

 

Advertisement
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dana Bantuan 10.500 UMKM di Lombok Timur Kembali Disalurkan

Dana Bantuan 10.500 UMKM di Lombok Timur Kembali Disalurkan

Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop) Lombok Timur (Lotim) kembali menyalurkan bantuan modal usaha bagi 10.500 pelaku UMKM di Lotim.

Ini 5 Cara Promosi Online Kreatif untuk Mengembangkan Bisnismu

Ini 5 Cara Promosi Online Kreatif untuk Mengembangkan Bisnismu

Persaingan bisnis di era digital semakin ketat lantaran internet membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen lebih luas tan

Bar-bar Canary Farm, Dari Hobi Kenari Jadi Ladang Cuan

Bar-bar Canary Farm, Dari Hobi Kenari Jadi Ladang Cuan

Riuh kicauan burung kenari terdengar bersahutan dari sebuah rumah di Jalan Swadaya, Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Matara

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer