
LombokPost-Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, harga hewan kurban, terutama sapi jenis eksotik, mulai merangkak naik. Saat ini, harga sapi hidup berkisar Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram.
“Kualitas menentukan harga. Kalau kualitas bagus, harga hidup bisa Rp 55-60 ribu per kilogram,” terang Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakeswan Lotim drh Hultatang, Minggu (3/5).
Sebelumnya, harga sapi hidup di pasar hewan berada di kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 51 ribu per kilogram.
Namun, sapi yang dijual dengan sistem timbang umumnya memiliki bobot di atas 400 hingga 500 kilogram atau tergolong sapi eksotik.
Sementara itu, sapi jenis bali lebih banyak dijual dengan metode cawangan atau berdasarkan perkiraan.
Di lapangan, harga sapi bali juga mengalami kenaikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Kalau sapi bali pakai metode cawangan, jarang ditimbang. Tergantung ukuran, kisaran Rp 15 juta sampai Rp 22 juta sudah dapat yang besar,” katanya.
Berbeda dengan sapi, harga kambing kurban tahun ini justru mengalami penurunan. Saat ini, harga kambing berada di kisaran Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ekor.
Padahal tahun sebelumnya, harga kambing bisa mencapai Rp 4,5 juta hingga Rp 5 juta per ekor, bahkan lebih.
Baca Juga: Presiden Prabowo Sebar 11 Sapi Kurban untuk NTB
Kepala Disnakeswan Lotim Masyhur mengatakan, sebagian besar sapi yang dibeli masyarakat untuk kurban adalah sapi bali. Sementara sapi eksotik lebih banyak dibeli jagal untuk kebutuhan daging harian.
“Kalau eksotik kebanyakan dibeli jagal. Tahun lalu jumlah hewan kurban 3.500 ekor. Saat ini kami sudah bersurat ke UPTD untuk segera mendata,” katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




