Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hotel-Restoran Bandel di Lombok Timur Terancam Ditutup

S
Penulis: Supardi❯
Haerul Warisin
Haerul Warisin

Advertisement

LombokPost-Bupati Lombok Timur (Lotim) Haerul Warisin menginstruksikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bertindak tegas terhadap hotel dan restoran yang tidak taat membayar pajak. Terutama yang berada di kawasan wisata Sembalun.

Bahkan, orang nomor satu di Lotim itu meminta hotel dan restoran yang membandel ditutup. Jika diperlukan, tempat usaha tersebut dipasang garis polisi (police line).

“Di Sembalun banyak hotel dan restoran yang belum taat bayar pajak. Saya minta Bapenda tegas. Bila perlu police line mereka,” tegas Warisin, Kamis (25/6).

Menurutnya, saat ini bukan lagi waktunya membicarakan soal politik maupun pendukung. Semua pelaku usaha wajib memenuhi kewajibannya kepada daerah.

Pemkab Lotim, kata dia, telah memberikan toleransi cukup lama. Karena itu, tidak ada lagi alasan bagi wajib pajak untuk menunda pembayaran.

Advertisement

“Sudah dua tahun diberikan toleransi. Sekarang mereka harus membayar kewajibannya,” katanya.

Selain hotel dan restoran di Sembalun, Warisin juga menyoroti sejumlah rumah makan yang belum menerapkan pajak konsumsi 10 persen dalam nota pembayaran. Salah satunya ditemukan di Kecamatan Terara.

Ia meminta Bapenda memberikan edukasi kepada pelaku usaha terkait mekanisme pemungutan pajak. Sebab, pajak restoran dibebankan kepada konsumen dan bukan ditanggung pemilik usaha.

“Coba cek notanya, banyak yang belum mencantumkan pajak 10 persen,” ujarnya.

Warisin menegaskan Bapenda harus bekerja lebih keras meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Apalagi kondisi fiskal daerah saat ini cukup terbatas.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Potensi Pajak Hotel Restoran Belum Tergarap Maksimal

Potensi Pajak Hotel Restoran Belum Tergarap Maksimal

Bapenda Lombok Timur mengakui Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sejauh ini belum maksimal. Terutama dari kawasan sembalun

Kalah Saing, Hotel Melati di Mataram Desak Kos Elite Dikenakan Pajak

Kalah Saing, Hotel Melati di Mataram Desak Kos Elite Dikenakan Pajak

banyak kos elite saat ini yang secara terang-terangan menyewakan kamar dengan sistem harian, namun disinyalir lolos dari kewajiban pajak

Tingkat Hunian Rendah, Pengusaha Hotel Berharap Keringanan Pajak

Tingkat Hunian Rendah, Pengusaha Hotel Berharap Keringanan Pajak

Industri perhotelan di Kota Mataram tidak sedang baik-baik saja akibat dari penurunan drastis tingkat hunian atau okupansi awal tahun ini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer