Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Lotim Dorong Hirilisasi Tembakau

S
Penulis: Supardi❯
MEMUPUK TEMBAKAU: Seorang buruh tani memupuk tembakau muda di Kecamatan Sakra.
MEMUPUK TEMBAKAU: Seorang buruh tani memupuk tembakau muda di Kecamatan Sakra.

Advertisement

LombokPost - Pemkab Lombok Timur (Lotim) mendorong hilirisasi tembakau untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dorongan itu dilakukan melihat potensi tembakau Lotim yang cukup besar untuk dikembangkan.

“Sebenarnya hilirisasi tembakau sudah kita mulai lakukan, tapi masih skala kecil. Buktinya ada beberapa IKM kita sudah memproduksi rokok, walaupun masih yang kretek, belum yang filter. Tidak hanya di APHT, tapi di rumah-rumah,” terang Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Lotim Mirza Sophian, Minggu (5/7).

Terkait hilirisasi ini, Pemkab Lotim beberapa waktu lalu telah melakukan audiensi dengan calon investor yang ingin mengembangkan usaha pengolahan tembakau lanjutan. Bentuknya berupa pembangunan pabrik Green Leaf Threshing (GLT) yang mampu memproduksi rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) secara mandiri.

Jika investasi ini terwujud, dampaknya akan dirasakan pendapatan daerah dan petani tembakau. Sebab, selama ini Lotim hanya menjual bahan mentah pembuatan rokok ke Pulau Jawa.

“Investornya dari Malang. Jika ini terwujud pasti akan menjadi nilai tambah bagi kita,” imbuh Mirza.

Advertisement

Nilai investasi untuk pengadaan mesin GLT membutuhkan biaya cukup besar. Satu unit mesin membutuhkan dana mencapai Rp 40 miliar lebih. Pemkab Lotim berkomitmen menghadirkan aktivitas bisnis yang menguntungkan bagi pembangunan daerah. Salah satunya melalui investasi bidang tembakau.

Pemkab Lotim siap menjalin kerja sama dengan investor. Bahkan, pemkab siap memfasilitasi lahan untuk pembangunan gudang maupun tempat penyimpanan mesin.

“Tahun ini Pemkab Lotim belum siap untuk pengadaan mesin karena harganya terlalu mahal. Tapi siap untuk bekerja sama dengan investor dengan memfasilitasi lahannya,” katanya.

Mirza menyebutkan, luas areal tanam tembakau di Lotim cukup besar. Pada 2025 lalu, luas areal tanam mencapai 25 hektare dengan produktivitas mencapai 2 ton per hektare untuk jenis Virginia. Sedangkan untuk tembakau rajang mencapai 1 hingga 1,5 ton per hektare.

Hasil produksi petani selama ini seluruhnya terserap perusahaan dengan harga yang cukup bagus. Bahkan, beberapa tahun terakhir harga mencapai Rp 60 ribu per kilogram kering.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Distan Lotim Minta Petani Perkuat Mitigasi Tembakau

Distan Lotim Minta Petani Perkuat Mitigasi Tembakau

Hujan yang datang tiba-tiba membuat petani tembakau di Lombok Timur (Lotim) harus lebih waspada. Distan meminta petani melakukan mitigasi

Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Lombok Timur Dipangkas Rp 49 Miliar

Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Lombok Timur Dipangkas Rp 49 Miliar

-Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Lombok Timur (Lotim) tahun ini berkurang signifikan dari tahun sebelumnya.

Kawal Aspirasi Petani Tembakau, Satpol PP NTB Amankan Hearing Aliansi LAUK di Kantor Gubernur

Kawal Aspirasi Petani Tembakau, Satpol PP NTB Amankan Hearing Aliansi LAUK di Kantor Gubernur

Satpol PP NTB Kkawal hearing dari Aliansi LAUK (Lombok Ate Untuk Kemanusiaan) di Ruang Melati, Kantor Gubernur NTB, Selasa (26/5/2026).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer